Angkat Kearifan Lokal, Pemkot Semarang Kembangkan Desa Wisata Nongkosawit
Selasa, 23 Juni 2020 - 19:36 WIB
loading...
Suasana launching Desa Wisata Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang digelar secara virtual, Selasa (23/6/2020). Foto/Humas Pemkot Semarang.
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang secara virtual me-launching pengembangan Desa Wisata Nongkosawit yang berada di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Selasa (23/6/2020).
Pengembangan Desa Wisata Nongkosawit merupakan bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk mengangkat kearifan lokal yang ada agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.
Launching dilakukan oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Indriyasari mengatakan, Nongkosawit menyediakan berbagai konsep wisata menarik antara lain Curug Mahtukung, pemandangan sawah terasering, river tubing Kali Jedung (irigasi peninggalan Belanda). Kemudian olahraga lintas alam dari kawasan Omah Pang menuju Curug Mahtukung, wisata edukasi penanaman padi, tarian Kunthulan, permainan tubruk ikan, dan Omah Pang (rumah panggung dari bahan pang/ dahan pohon, tanaman).
“Selain itu, jug ada pasar tradisional (pasar kaget) yang mengangkat potensi kuliner lokal seperti nasi tedhun dan wedang rojo berbahan empon-empon lokal,” katanya.(Baca juga : Pesta Pernikahan Berujung Maut, Keluarga Pengantin Meninggal Satu Persatu )
Dengan berbagai keunggulan yang sudah ada, kata Indriyasari, pengembangan Desa Wisata Nongkosawit ini akan menjadikannya sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kota Semarang.
Pengembangan Desa Wisata Nongkosawit merupakan bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk mengangkat kearifan lokal yang ada agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.
Launching dilakukan oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Indriyasari mengatakan, Nongkosawit menyediakan berbagai konsep wisata menarik antara lain Curug Mahtukung, pemandangan sawah terasering, river tubing Kali Jedung (irigasi peninggalan Belanda). Kemudian olahraga lintas alam dari kawasan Omah Pang menuju Curug Mahtukung, wisata edukasi penanaman padi, tarian Kunthulan, permainan tubruk ikan, dan Omah Pang (rumah panggung dari bahan pang/ dahan pohon, tanaman).
“Selain itu, jug ada pasar tradisional (pasar kaget) yang mengangkat potensi kuliner lokal seperti nasi tedhun dan wedang rojo berbahan empon-empon lokal,” katanya.(Baca juga : Pesta Pernikahan Berujung Maut, Keluarga Pengantin Meninggal Satu Persatu )
Dengan berbagai keunggulan yang sudah ada, kata Indriyasari, pengembangan Desa Wisata Nongkosawit ini akan menjadikannya sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kota Semarang.
Lihat Juga :