Sampel Terus Bertambah, Jumlah Kasus COVID-19 di Sumsel Meningkat
Senin, 22 Juni 2020 - 11:57 WIB
loading...
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri mengatakan peningkatan kasus positif COVID-19 tak terlepas dari banyaknya jumlah sampel hasil pemeriksaan laboratorium. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A
A
A
PALEMBANG - Masih banyaknya sampel yang diperiksa di laboratorium membuat jumlah kasus COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) cenderung meningkat. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel , Yusri mengatakan, peningkatan kasus positif COVID-19 tak terlepas dari banyaknya jumlah sampel pemeriksaan laboratorium yang telah selesai.
"Banyak yang melakukan pengambilan swab karena masyarakat sudah lebih mewaspadai. Inilah yang membuat sampel terus bertambah. Jadi jangan karena ada kelonggaran tanpa PSBB, kita kembali ke kebiasaan lama tidak pakai masker," ujarnya, Senin (22/06/2020). (Baca juga: Kisah 39 Wisatawan yang Selamat usai Terombang Ambing 3 Jam di Perairan Pulau Mursala)
Menurutnya, dalam pengendalian kasus COVID-19, tim Gugus Tugas selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa terus memonitor perkembangan kasus. Termasuk mengevaluasi penurunan jumlah kasus sesuai target pencapaian. "Tetap menjadi perhatian supaya indikator kesehatan terkendali dan dapat terinterperensi ke depan," jelasnya. (Baca juga: Rombongan Paus Orca Ini Terekam Kamera Muncul di Biak Papua)
Saat ini, kata Yusri, semua kasus positif COVID-19 terutama di Kota Palembang masih berada dalam tingkatan yang ringan dan sedang. Setidaknya, kondisi kesehatan para pasien masih stabil dan belum ada yang menggunakan ventilator.
"Zona hijau diartikan dalam penampilan peta kita berarti sudah sembuh semua. Tapi melihat wilayah menyeluruh di daerah Sumsel pasti ada kasus. Jadi bagi wilayah yang sudah zona hijau, jangan sampai terjadi kuning bahkan mulai merah lagi," terangnya.
Mengingat pemerintah daerah mulai memberikan pelonggaran beraktivitas, pihaknya meminta agar masyarakat tetap disiplin memakai masker dalam segala kegiatan dan aspek kehidupan. Apalagi di saat kondisi sekarang ini, semua orang dituntut menjadi lebih produktif.
"Banyak yang melakukan pengambilan swab karena masyarakat sudah lebih mewaspadai. Inilah yang membuat sampel terus bertambah. Jadi jangan karena ada kelonggaran tanpa PSBB, kita kembali ke kebiasaan lama tidak pakai masker," ujarnya, Senin (22/06/2020). (Baca juga: Kisah 39 Wisatawan yang Selamat usai Terombang Ambing 3 Jam di Perairan Pulau Mursala)
Menurutnya, dalam pengendalian kasus COVID-19, tim Gugus Tugas selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa terus memonitor perkembangan kasus. Termasuk mengevaluasi penurunan jumlah kasus sesuai target pencapaian. "Tetap menjadi perhatian supaya indikator kesehatan terkendali dan dapat terinterperensi ke depan," jelasnya. (Baca juga: Rombongan Paus Orca Ini Terekam Kamera Muncul di Biak Papua)
Saat ini, kata Yusri, semua kasus positif COVID-19 terutama di Kota Palembang masih berada dalam tingkatan yang ringan dan sedang. Setidaknya, kondisi kesehatan para pasien masih stabil dan belum ada yang menggunakan ventilator.
"Zona hijau diartikan dalam penampilan peta kita berarti sudah sembuh semua. Tapi melihat wilayah menyeluruh di daerah Sumsel pasti ada kasus. Jadi bagi wilayah yang sudah zona hijau, jangan sampai terjadi kuning bahkan mulai merah lagi," terangnya.
Mengingat pemerintah daerah mulai memberikan pelonggaran beraktivitas, pihaknya meminta agar masyarakat tetap disiplin memakai masker dalam segala kegiatan dan aspek kehidupan. Apalagi di saat kondisi sekarang ini, semua orang dituntut menjadi lebih produktif.
Lihat Juga :