Kasus Layangan Putus ASN OKI, Keluarga Winda Laporkan Balik Polwan Suci

Sabtu, 14 Mei 2022 - 11:28 WIB
loading...
Kasus Layangan Putus ASN OKI, Keluarga Winda Laporkan Balik Polwan Suci
Ilustrasi kasus Layangan Putus ASN OKI dan Polwan Suci. Foto: Istimewa
A A A
PALEMBANG - Setelah memenuhi panggilan polisi atas laporan Polwan Suci di Polda Sumsel, terkait kasus penipuan dan perzinahan yang viral di media sosial. Winda melalui kuasa hukumnya Hafis D Pankoulus, akan melaporkan saudari SD ke Komnas Ham dan LPAI.

Hafis D Pankoulus, Kuasa Hukum Winda mengatakan, kasus ini sudah melebar melibatkan pihak-pihak yang tidak semestinya dilibatkan. Dan hal itu banyak merugikan keluarga kliennya.

“Terhadap hal ini keluarga klien kami mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum dengan melaporkan saudari SD, karena pencemaran nama baik dengan UU ITE, serta akan melaporkan saudari SD ke Komnas Ham dan LPAI,” katanya, Sabtu (14/5/2022).

Baca juga: Polwan Selingkuh dengan Polisi Dipecat Tidak Hormat

Ditambahkan Hafis, berdasarkan analisa hukum dan fakta yang sebelumnya kami telah informasikan maka unsur-unsur pidana yang dituduhkan terhadap kliennya, baik itu dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan maupun 284 KUHP tentang Perzinahan adalah sangat kecil sekali dapat memenuhi unsur sebagaimana yang dituduhkan.

Terlebih lagi, perkara ini dibuat seheboh mungkin seolah-olah pihaknya yang paling bersalah. Padahal penyelidikan baru saja dimulai dan penyidik belum menemukan apakah ada peristiwa pidana atau tidak dalam perkara ini.



“Saat ini nama besar klien kami sudah terlanjur hancur dan menjadi bahan cemoohan hampir di seluruh Indonesia,” katanya.

Baca: Briptu Suci Polwan Cantik Ditipu PNS, Ngaku Perjaka Ternyata Punya Anak Hasil Selingkuh

Pihaknya menilai, perbuatan saudari SD yang telah menyebar luaskan dan atau memviralkan pemberitaan tentang perkara ini adalah bagian dari permainan opini publik agar dapat mengintervensi berjalannya perkara ini dalam proses penyelidikan.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1708 seconds (10.101#12.26)