Kisah Guteng, Mengayuh Sepeda Tangerang-Magelang Demi Bisa Berkumpul Keluarga saat Lebaran

Kamis, 28 April 2022 - 08:47 WIB
loading...
Kisah Guteng, Mengayuh Sepeda Tangerang-Magelang Demi Bisa Berkumpul Keluarga saat Lebaran
Guteng (56), mudik lebaran ke kampung halamannya di Magelang dengan naik sepeda onthel. Foto/MPI/Andrian Supendi
A A A
INDRAMAYU - Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan yang terjadi dua tahun terakhir. Tahun ini, semua bisa mudik ke kampung halamannya untuk merayakan hari yang fitri bersama keluarga dan kerabat di tanah kelahiran. Arus mudik seperti banjir bandang, setelah dua tahun lamanya kerinduan itu tertahan akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Usir Pemudik di Rest Area 389 B Tol Semarang-Batang, Ini Penjelasan Satlantas Polres Kendal

Berbagai cara dilakukan pemudik untuk sampai ke kampung halamannya. Salah satunya dilakukan Guteng (56), yang mudik dari Tangerang-Magelang dengan mengayuh sepeda onthel kesayangannya. Pada Selasa (26/4/2022), sekitar pukul 13.00 WIB, pria pensiunan salah satu perusahaan swasta itu melintas di kawasan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.



Dia tengah mengayuh sepeda onthel melintas di jalur Pantura. Tak lama kemudian, ia berhenti di pinggir jalan untuk istirahat. Di bagian depan sepedanya terdapat koper kecil berisi pakaian, sedangkan pada bagian belakang sepeda dipasang tulisan "Gowes Mudik 2022 Jakarta-Magelang" ditambah dengan bendera Merah Putih.

Baca juga: Saksi Korban Kerangkeng Manusia di Langkat Coba Dibungkam, LPSK Berang

"Saya dari Tangerang sampai Jalur Pantura Indramayu ini sudah dua hari. Diperkirakan dari Tangerang sampai Magelang membutuhkan waktu lima hari," ujar Guteng. Dia menceritakan, bahwa mudik dengan menggunakan sepeda onthel ia lakukan setiap tahun, alasannya karena lebih efisien dan leluasa serta terhindar dari kemacetan kendaraan.

Meski demikian, pilihan mudik pakai sepeda onthel ini bukan tanpa halangan. Guteng mengaku, ada saja kendala yang temuinya saat diperjalanan, seperti ban kempes dan turun hujan. "Seperti semalam kendalanya hujan. Biasanya saya gowesnya malam supaya tidak membatalkan puasa dan siangnya tidur. Namun karena semalam hujannya tidak henti-henti, hari ini saya terpaksa gowes pagi," kata dia.

Kisah Guteng, Mengayuh Sepeda Tangerang-Magelang Demi Bisa Berkumpul Keluarga saat Lebaran


Guteng mengaku, saat beristirahat ia lebih banyak di posko mudik maupun Pospam yang berada di pinggir jalan. "Setiap saya merasa capek saya langsung istirahat, karena saat ini kondisi saya juga tidak muda lagi jadi tidak bisa dipaksakan," tuturnya.

Baca juga: Diterkam Buaya Muara, Jasad Gadis di Bintan Ditemukan Tak Utuh Lagi

Ia berpesan, kepada masyarakat yang melakukan gowes pada malam hari agar disertakan lampu supaya terhindar dari bahaya kecelakaan. Setelah melakukan istirahat, kemudian ia kembali melanjutkan perjalanan mudik menuju kampung halamannya di Magelang.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2509 seconds (10.101#12.26)