Saksi Korban Kerangkeng Manusia di Langkat Coba Dibungkam, LPSK Berang

Rabu, 27 April 2022 - 19:09 WIB
loading...
Saksi Korban Kerangkeng Manusia di Langkat Coba Dibungkam, LPSK Berang
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Antonius PS Wibowo. Foto/Dok.LPSK
A A A
LANGKAT - Pengungkapan kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Recana Peranginangin, mulai dihadapkan pada upaya pembungkaman suara saksi korban. Bahkan, upaya pembungkaman ini gencar dilakukan, dengan memanfaatkan situasi korban yang terlilit utang dengan cara membayarkan utang.

Baca juga: Sosok Tersangka Utama Kasus Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Bahkan, ada penawaran bantuan mengatasi persoalan ekonomi kepada para saksi korban, dengan menawarkan sejumlah uang, serta kendaraan. Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Antonius PS Wibowo mengingatkan agar pelaku tidak melakukan upaya pembungkaman suara korban.



Menurutnya, upaya pembungkaman suara korban tersebut bisa diancam pidana dalam Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban. Antonius juga mengingatkan kepada saksi dan korban, untuk tidak memberikan keterangan palsu karena hal tersebut juga dapat diancam pidana.

Baca juga: Istri Polisi Labrak Selingkuhan Suami Viral di Medsos, Kapolres Lubuklinggau Ambil Tindakan Tegas



Antonius menuturkan, para pihak yang mencoba melakukan suap kepada para korban atau keluarganya ini datang dari beragam kalangan, mulai dari keluarga korban, kekasih korban hingga oknum ormas dan oknum aparat sipil di daerah tersebut. Pihak tersebut berusaha membujuk korban agar berpihak kepada pelaku.

Pada hari Kamis (18/4/2022), ungkap Antonius, rumah mertua saksi korban didatangi beberapa orang dengan tujuan mencari saksi korban, dan memintanya untuk tidak menjadi saksi dalam kasus kerangkeng manusia, dengan tawaran imbalan sejumlah uang yang nilainya fantastis, serta satu unit mobil.

Selain itu, lanjut dia, ada pula saksi korban yang keluarganya telah didatangi oknum aparat sipil daerah, yang juga menawarkan uang jutaan rupiah. Dengan syarat, saksi korban tidak menjadi saksi dalam kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif. "Pelaku juga memanfaatkan pengaruhnya yang dinilai masih besar, untuk memengaruhi bibi saksi korban yang bekerja di Pemkab Langkat," kata Antonius.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1827 seconds (11.97#12.26)