Guru, Imam Masjid hingga Guru Ngaji di Luwu Bakal Dirapid Test
Jum'at, 19 Juni 2020 - 15:19 WIB
loading...
Jumpa pers oleh yang dilekukan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Luwu, beberapa waktu lalu. Foto: Sindonews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Menuju penerapan new normal atau kenormalan baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu telah menyiapkan sejumlah skenario yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Selain memasifkan sosialisasi protokol kesehatan yakni, menggunakan masker, rajin cuci tangan dan tetap menerapkan social distancing, juga merencanakan rapid tes massal.
Baca Juga: Bupati Luwu Resmikan Proyek Jalan di Bupon Senilai Rp11,9 Miliar
Sekretaris BPBD, Aminuddin Alwi, yang juga aktif dalam tim Gugus Percepatan Penanggulangan COVID-19 menjelaskan, rencana ini telah diusulkan sejumlah pihak dalam rapat tim gugus termasuk oleh ketua harian, AKBP Fajar Dany, yang juga Kapolres Luwu .
Namun demikian, seluruh usulan yang telah ditampung dalam rapat beberapa waktu lalu masih dalam tahap pengkajian.
"Luwu Insyaallah, siap menjalankan new normal. Beberapa usulan tengah dalam pengkajian diantaranya rapid tes guru TK, SD, SMP, imam masjid dan guru mengaji," ujarnya.
Usulan ini kata dia, disertai dengan rencana pembelian rapid test yang diperkirakan mencapai 6.000-an.
Selain memasifkan sosialisasi protokol kesehatan yakni, menggunakan masker, rajin cuci tangan dan tetap menerapkan social distancing, juga merencanakan rapid tes massal.
Baca Juga: Bupati Luwu Resmikan Proyek Jalan di Bupon Senilai Rp11,9 Miliar
Sekretaris BPBD, Aminuddin Alwi, yang juga aktif dalam tim Gugus Percepatan Penanggulangan COVID-19 menjelaskan, rencana ini telah diusulkan sejumlah pihak dalam rapat tim gugus termasuk oleh ketua harian, AKBP Fajar Dany, yang juga Kapolres Luwu .
Namun demikian, seluruh usulan yang telah ditampung dalam rapat beberapa waktu lalu masih dalam tahap pengkajian.
"Luwu Insyaallah, siap menjalankan new normal. Beberapa usulan tengah dalam pengkajian diantaranya rapid tes guru TK, SD, SMP, imam masjid dan guru mengaji," ujarnya.
Usulan ini kata dia, disertai dengan rencana pembelian rapid test yang diperkirakan mencapai 6.000-an.
Lihat Juga :