Dihukum 8 Bulan Penjara, 2 Terpidana Skimming Kini Dideportasi
Kamis, 18 Juni 2020 - 07:00 WIB
loading...
Dua terpidana pembobol ATM (Skimming), Gilca Amlezcu dan Stancu Razvan akhirnya dipulangkan kembali ke negara asalnya di Rumania. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Dua terpidana pembobol ATM (Skimming), Gilca Amlezcu dan Stancu Razvan akhirnya dipulangkan kembali ke negara asalnya di Rumania. Langkah deportasi Imigrasi Makassar dilakukan saat kedua narapidana seharusnya masih menjalani hukumandi Lapas Klas 1A Gunungsari Makassar.
Baca : 2 WNA Pembobol ATM Segera Dideportasi, Prof Slamet : Lebih Baik Ekstradisi
Gilca dan Stancu diketahui dihukumdelapan bulan penjara sebagaimana vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar yang dijatuhkan 20 Mei 2020 yang lalu, sementara sidang perdana kasus ini berlangsung pada Maret 2020.
Namun berbeda dengan keputusan tersebut, pihak Imigrasi Makassar menyebut masa hukuman keduanya telah selesai. "Masa hukumannya kan sudah dijalani, sekarang kita deportasi," tukas Kepala Kantor Imigrasi Klas I A Makassar, Andi Pallawa Rukka kepada SINDOnews.
Menurut Pallawa, tak hanya melakukan pengusiran, pihaknya juga mencekal keduanya, sehingga dipastikan tidak bisa lagi kembali ke Indonesia. "Jadi tidak hanya di deportasi, kita juga sudah usulkan pencekalan. Itu agar memastikan keduanya tidak bisa lagi masuk ke Indonesia," ujarnya.
Baca : 2 WNA Pembobol ATM Segera Dideportasi, Prof Slamet : Lebih Baik Ekstradisi
Gilca dan Stancu diketahui dihukumdelapan bulan penjara sebagaimana vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar yang dijatuhkan 20 Mei 2020 yang lalu, sementara sidang perdana kasus ini berlangsung pada Maret 2020.
Namun berbeda dengan keputusan tersebut, pihak Imigrasi Makassar menyebut masa hukuman keduanya telah selesai. "Masa hukumannya kan sudah dijalani, sekarang kita deportasi," tukas Kepala Kantor Imigrasi Klas I A Makassar, Andi Pallawa Rukka kepada SINDOnews.
Menurut Pallawa, tak hanya melakukan pengusiran, pihaknya juga mencekal keduanya, sehingga dipastikan tidak bisa lagi kembali ke Indonesia. "Jadi tidak hanya di deportasi, kita juga sudah usulkan pencekalan. Itu agar memastikan keduanya tidak bisa lagi masuk ke Indonesia," ujarnya.
Lihat Juga :