Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Skimming Dana Nasabah Bank Sumut
Sabtu, 16 Juli 2022 - 07:18 WIB
loading...
Polisi telah memeriksa sebanyak enam orang saksi dalam kasus dugaan pencurian (skimming) dana nasabah Bank Sumut. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Polisi telah memeriksa sebanyak enam orang saksi dalam kasus dugaan pencurian (skimming) dana nasabah Bank Sumut. Keenam saksi terdiri dari nasabah yang menjadi korban serta dari manajemen Bank Sumut.
"Ada enam yang sudah diperiksa. Tiga dari korban yang kehilangan uang dan tiga orang dari Bank Sumut," Kepala Bidang Hubungan Masyarakat pada Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (15/7/2022). Baca juga: Begal Sadis di Tanjung Priok: Uang Hasil Kejahatan untuk Beli Sabu dan Judi Online
Penanganan kasus itu sendiri, kata Hadi, masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara aksi skimming itu dilakukan warga negara asing. "Masih lidik kita," tegas Hadi.
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes John Charles Nababan mengatakan, dari hasil analisis kamera pengintai (CCTV) yang diberikan Bank Sumut, diduga wajah pelaku yang mengambil uang nasabah itu warga Rusia dan Arab Saudi.”Untuk dugaan keterlibatan WNA dari Rusia dan Arab Saudi itu juga tengah dianalisis,” ucapnya.
"Ada enam yang sudah diperiksa. Tiga dari korban yang kehilangan uang dan tiga orang dari Bank Sumut," Kepala Bidang Hubungan Masyarakat pada Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (15/7/2022). Baca juga: Begal Sadis di Tanjung Priok: Uang Hasil Kejahatan untuk Beli Sabu dan Judi Online
Penanganan kasus itu sendiri, kata Hadi, masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara aksi skimming itu dilakukan warga negara asing. "Masih lidik kita," tegas Hadi.
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes John Charles Nababan mengatakan, dari hasil analisis kamera pengintai (CCTV) yang diberikan Bank Sumut, diduga wajah pelaku yang mengambil uang nasabah itu warga Rusia dan Arab Saudi.”Untuk dugaan keterlibatan WNA dari Rusia dan Arab Saudi itu juga tengah dianalisis,” ucapnya.
Lihat Juga :