Sadis! 2 Siswa SMP di Pasuruan Diculik dan Dianiaya Seniornya hingga Babak Belur

Rabu, 23 Maret 2022 - 23:20 WIB
loading...
Sadis! 2 Siswa SMP di Pasuruan Diculik dan Dianiaya Seniornya hingga Babak Belur
Dua siswa SMP swasta di Pasuruan yang menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Foto: iNewsTV/Jaka Samudra
A A A
PASURUAN - Kekerasaan antara siswa kembali terjadi, kali ini menimpa dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun, dua siswa SMP swasta ini dilaporkan diculik dan dianiaya di asrama sekolah oleh 4 orang tak dikenal, hingga mengalami luka cukup parah.

Diduga kuat pelakunya adalah seniornya sendiri, orang tua korban pun tak terima atas kejadian dan rencananya akan menempuh jalur hokum.

Baca juga: Memilukan, Bocah 11 Tahun Babak Belur Dianiaya Pengelola Rumah Makan

Diketahui, dua pelajar duduk di kelas 9 SMP. Korban mengaku dianiaya di sekolahnya Desa Parejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, dan terekam video amatir.



Kedua bocah yang diketahui berinisial DLH asal Bogor dan FG asal Jakarta itu kini menderita luka yang memprihatinkan. Sekujur punggungnya terluka bekas sabetan benda logam dan sundutan rokok.

“4 pelaku mendatangi duakorban di asrama untuk mengajak keluar dan dilakukan penganiayaan di saat malam hari, waktu istirahat tidur, Sabtu malam (19/3/2022),” kata orang tua korban, Toriana Simatumpang.

Dia menyebutkan, tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu dan akan menindaklanjutinya secara hukum.

Baca juga: Beredar Video Penganiayaan Brutal Siswa SMA di Minahasa Tenggara hingga Babak Belur

Meski demikian, pihaknya belum mengerti tingkat kesalahan yang dilakukan dua siswa ini. “Kami tidak tahu apa kesalahannya, kami juga tidak terima anak kami diperlakukan seperti itu,” ujar Tio Lina Aritonang orang tua korban lain.

Dia menyebutkan, menyekolahkan akanya di sekolah itu agar menjadi pintar agar cita-citanya tercapai. “Tapi kalau diperlakukan seperti itu dianiaya kami tidak terima dan akan memprosesnya secara hokum,” tegasnya.

Sementara, wartawan berusaha mengkormasi terkait kasus penganiyaan berat ke pihak sekolah, namun gagal karena ditinggal stafnya menggelar rapat.
(nic)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3937 seconds (10.101#12.26)