Aktivitas Tambang di Blok Mandiodo Dikeluhkan Warga, Rusak Jalan dan Cemari Laut
Selasa, 22 Maret 2022 - 14:59 WIB
loading...
Ilustrasi pertambangan. Foto: Istimewa
A
A
A
KONAWE UTARA - Warga di sekitar pertambangan Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan imbas hadirnya aktivitas pertambangan yang berdampak pada pencemaran lingkungan.
Tak hanya itu, aktivitas tambang juga membuat jalanan rusak dan minimnya hasil melaut.
Dari hasil pantauan awak media di lokasi penambangan, sumber-sumber air bersih di kawasan penambangan rusak, terkhusus di Desa Lamondowo, Kecamatan Andowia.
Salah satu lokasi penambangan yang diduga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan adalah areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) milik PT Karya Murni Sejahtera (KMS) 27 yang kabarnya kini sudah dikuasai oleh PT Aneka Tambang (Antam).
Baca juga: Pertambangan Akibatkan Longsor dan Banjir di Bone Bolango
Parahnya lagi, tindakan dan sikap korporasi yang terkesan acuh terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat nampak tak ada tindakan dari pihak penegak hukum.
Tak hanya itu, aktivitas tambang juga membuat jalanan rusak dan minimnya hasil melaut.
Dari hasil pantauan awak media di lokasi penambangan, sumber-sumber air bersih di kawasan penambangan rusak, terkhusus di Desa Lamondowo, Kecamatan Andowia.
Salah satu lokasi penambangan yang diduga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan adalah areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) milik PT Karya Murni Sejahtera (KMS) 27 yang kabarnya kini sudah dikuasai oleh PT Aneka Tambang (Antam).
Baca juga: Pertambangan Akibatkan Longsor dan Banjir di Bone Bolango
Parahnya lagi, tindakan dan sikap korporasi yang terkesan acuh terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat nampak tak ada tindakan dari pihak penegak hukum.
Lihat Juga :