Kapal Pengangkut 89 TKI Ilegal Karam, Tangis Sarniwati Pecah Lihat Suami Tewas

Minggu, 20 Maret 2022 - 02:38 WIB
loading...
Kapal Pengangkut 89 TKI Ilegal Karam, Tangis Sarniwati Pecah Lihat Suami Tewas
Petugas gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri mengevakuasi korban kapal karam yang merupakan para PMI ilegal. Foto/iNews TV/Ulil Amri
A A A
ASAHAN - Mimpi Basman (53) bersama istrinya, Sarniwati (50) untuk bekerja di Malaysia, akhirnya kandas di perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Pria asal Sulawesi Selatan itu tewas, setelah kapal kayu yang ditumpanginya karam dihantam ombak.

Baca juga: Kapal Kayu Angkut 89 Pekerja Migran Indonesia Ilegal Tenggelam di Laut, 26 Orang Masih Hilang

Sarniwati yang turut dalam kapal kayu menuju Malaysia, melalui pelabuhan tikus di wilayah Kabupaten Asahan, berhasil selamat. Dia tak henti-hentinya menangis, melihat tubuh suaminya sudah terbujur kaku dan terbungkus kantong mayat.



Kapal kayu tersebut, menurut kepala kamar mesin berinisial DS, berangkat dari pelabuhan tikus di Kabupaten Asahan, pada Kamis (17/3/2022) malam, dengan tujuan Malaysia. Kapal kayu tersebut, mengangkut sebanyak 89 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

Baca juga: Tembak Jatuh 25 Drone Liar di Sirkuit MotoGP Mandalika, Ini Kehebatan Skuadron Korps Brimob

DS mengaku, kapal sempat mengalami kebocoran. Namun setelah ditambal, dan dilihat kondisinya sudah bagus, akhirnya kapal berangkat ke Malaysia. Baru berlayar sejauh 31 mil, kapal dihantam ombak dan akhirnya karam.

Kapal Pengangkut 89 TKI Ilegal Karam, Tangis Sarniwati Pecah Lihat Suami Tewas


Danposal Sei Berombang, Letda (T) Wahid Nurhidayat mengatakan, telah berhasil mengevakuasi sebanyak 61 korban selamat dan dua korban tewas dari tiga kapal nelayan. "Korban selamat yang berhasil dievakuasi, 19 orang perempuan, dan 42 laki-laki. Sementara yang tewas, satu laki-laki dan satu perempuan," ungkapnya.

Baca juga: Sertu Suparto Babinsa yang Robek Seragam Loreng Demi Selamatkan Nyawa Korban Kecelakaan

Hingga kini, petugas gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri, masih melakukan upaya pencarian terhadap 26 PMI ilegal yang hilang dalam peristiwa karamnya kapal kayu tersebut. Sementara dua Anak Buah Kapal (ABK), yakni berinisial DS (23), dan RDP (48) diringkus petugas lalu dibawa ke Polres Asahan untuk proses penyelidikan.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1267 seconds (10.177#12.26)