Tagihan Listrik Melonjak, PLN Berdalih Konsumsi Listrik Naik 20%
Selasa, 16 Juni 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Rino, tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) saat pandemi, sehingga tagihan listrik pelanggan naik. Kenaikan tagihan listrik lebih disebabkan kenaikan kosumsi akibat aktivitas di rumah.
"Tidak ada subsidi silang. Karena tarif listrik ini ditetapkan pemerintah. Kami tidak bisa tetapkan atau naikkan sendiri. Kami di bawah pemerintah, semua diatur pemerintah," jelas dia.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih berhemat. Apalagi, kebijakan perhitungan tagihan rata rata untuk Maret dan April akan masih ditagihkan pada bulan selanjutnya. Dikhawatirkan masyarakat akan kembali terbebani.
Sementara terkait pelanggan industri yang tagihan dasarnya masih cukup besar, pihaknya mengimbau agar melakukan pemutusan sambungan atau menurunkan untuk sementara waktu.
"Rekening minimum di atas 200 kva bagi industri, kalau memang tidak membutuhkan listrik, silakan berhenti sementara antara 6 hingga 12 bulan atau menurunkan Kwh. Sejauh ini sudah ada 460 industri lakukan skema ini," pungkas dia.
"Tidak ada subsidi silang. Karena tarif listrik ini ditetapkan pemerintah. Kami tidak bisa tetapkan atau naikkan sendiri. Kami di bawah pemerintah, semua diatur pemerintah," jelas dia.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih berhemat. Apalagi, kebijakan perhitungan tagihan rata rata untuk Maret dan April akan masih ditagihkan pada bulan selanjutnya. Dikhawatirkan masyarakat akan kembali terbebani.
Sementara terkait pelanggan industri yang tagihan dasarnya masih cukup besar, pihaknya mengimbau agar melakukan pemutusan sambungan atau menurunkan untuk sementara waktu.
"Rekening minimum di atas 200 kva bagi industri, kalau memang tidak membutuhkan listrik, silakan berhenti sementara antara 6 hingga 12 bulan atau menurunkan Kwh. Sejauh ini sudah ada 460 industri lakukan skema ini," pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :