Tagihan Listrik Melonjak, PLN Berdalih Konsumsi Listrik Naik 20%
Selasa, 16 Juni 2020 - 14:02 WIB
loading...
Ilustrasi meteran listrik. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Menanggapi keluhan warga, PLN berdalih terjadi lonjakan konsumsi listrik segmen rumah tangga selama periode pandemi COVID-19 atau bulan Maret, April, dan Mei.
Pernyataan PLN ini menjawab banyaknya keluhan masyarakat terkait kenaikan tagihan listrik akhir akhir ini.
"Konsumsi listrik rumah tangga kami catat rata rata naik antara 13% hingga 20%. Kenaikan ini karena memang masyarakat kumpul dan aktivitas di rumah," kata Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar Rino Gumpar Hutasoit dalam zoom meeting, Selasa (16/6/20200).
Berbeda dengan konsumsi litrik sektor lainya yang cenderung turun. Dia menyebutkan, sektor industri mengalami penurunan konsumsi listrik hingga 40%, bisnis seperti perkantoran turun 20%, sosial turun 10%, dan pemerintah turun 10%. (Baca juga: PLN Pastikan Perhitungan Tagihan Listrik Sesuai Standar Internasional )
Secara total, kata Rino, rata rata konsumsi listrik di Jawa Barat turun antara 16% hingga 19%. Karena, sebelum pandemi, konsumsi listrik di Jabar setiap bulannya cenderung naik 3%. Penururun ini disebabkan mayoritas sektor yang kosnumsinya turun, seperti industri, sosial, bisnis, dan pemerintahan akibat kebijakan WFH.
Pernyataan PLN ini menjawab banyaknya keluhan masyarakat terkait kenaikan tagihan listrik akhir akhir ini.
"Konsumsi listrik rumah tangga kami catat rata rata naik antara 13% hingga 20%. Kenaikan ini karena memang masyarakat kumpul dan aktivitas di rumah," kata Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar Rino Gumpar Hutasoit dalam zoom meeting, Selasa (16/6/20200).
Berbeda dengan konsumsi litrik sektor lainya yang cenderung turun. Dia menyebutkan, sektor industri mengalami penurunan konsumsi listrik hingga 40%, bisnis seperti perkantoran turun 20%, sosial turun 10%, dan pemerintah turun 10%. (Baca juga: PLN Pastikan Perhitungan Tagihan Listrik Sesuai Standar Internasional )
Secara total, kata Rino, rata rata konsumsi listrik di Jawa Barat turun antara 16% hingga 19%. Karena, sebelum pandemi, konsumsi listrik di Jabar setiap bulannya cenderung naik 3%. Penururun ini disebabkan mayoritas sektor yang kosnumsinya turun, seperti industri, sosial, bisnis, dan pemerintahan akibat kebijakan WFH.
Lihat Juga :