Pelaku UKM Curhat ke Sekretaris Kemenkop UKM, Sulit Bertahan di Masa Pandemi
Senin, 15 Juni 2020 - 19:22 WIB
loading...
Sekretaris Kemenkop UKM Rully Indrawan didampingi Ketua DPRD KBB Rismanto berdiskusi dengan pelaku UKM dan masyarakat desa sekitar hutan Bandung Utara, di Lembang, KBB. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berada dalam kondisi sulit untuk bisa sekadar bertahan menjalankan usahanya.
Pandemi COVID-19 membuat mereka tidak memiliki pemasukan. Sehingga jangankan untuk membeli hasil panen dari petani sebagai bahan baku, untuk menggaji pekerja juga tidak ada. (BACA JUGA: Konsumen Jabar Pesimistis dengan Perekonomian ke Depan )
Pemilik UKM Kopi Luwak Sawarga, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, Suyud Pribadi mengatakan, selama tiga bulan terakhir usahanya terpaksa harus tutup. (BACA JUGA: Mei 2020 Deflasi, BI Jabar Sebut Perlu Cermati Ekonomi Jawa Barat )
Tujuh pekerja dirumahkan sementara karena Suyud tidak sanggup untuk menggaji. Tempat usahanya pun kini tidak terawat karena selama pandemi dibiarkan kosong. (BACA JUGA: Pengusaha Wisata Harus Ekstra Patuh, Berani Melanggar Bisa Ditutup )
"Bukan hanya saya, semua pelaku UKM di Lembang sangat terpukul karena COVID-19. Harapan agar pemerintah memberikan bantuan stimulan permodalan sampai sekarang tidak pernah ada. Padahal pendataan oleh Dinas UKM KBB sudah dilakukan sejak Maret," kata Suyud, Senin (15/4/2020).
Pandemi COVID-19 membuat mereka tidak memiliki pemasukan. Sehingga jangankan untuk membeli hasil panen dari petani sebagai bahan baku, untuk menggaji pekerja juga tidak ada. (BACA JUGA: Konsumen Jabar Pesimistis dengan Perekonomian ke Depan )
Pemilik UKM Kopi Luwak Sawarga, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, Suyud Pribadi mengatakan, selama tiga bulan terakhir usahanya terpaksa harus tutup. (BACA JUGA: Mei 2020 Deflasi, BI Jabar Sebut Perlu Cermati Ekonomi Jawa Barat )
Tujuh pekerja dirumahkan sementara karena Suyud tidak sanggup untuk menggaji. Tempat usahanya pun kini tidak terawat karena selama pandemi dibiarkan kosong. (BACA JUGA: Pengusaha Wisata Harus Ekstra Patuh, Berani Melanggar Bisa Ditutup )
"Bukan hanya saya, semua pelaku UKM di Lembang sangat terpukul karena COVID-19. Harapan agar pemerintah memberikan bantuan stimulan permodalan sampai sekarang tidak pernah ada. Padahal pendataan oleh Dinas UKM KBB sudah dilakukan sejak Maret," kata Suyud, Senin (15/4/2020).
Lihat Juga :