KPN Sarankan Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan

Kamis, 23 April 2020 - 20:52 WIB
loading...
KPN Sarankan Pemerintah...
Komite Penggerakan Nawacita (KPN) yang merupakan gabungan organisasi relawan Jokowi sejak dinyatakannya Virus Corona menjadi pandemi global telah ikut andil dalam perang melawan COVID-19. (Foto/Ist)
A A A
JAKARTA - Komite Penggerakan Nawacita (KPN) yang merupakan gabungan organisasi relawan Jokowi sejak dinyatakannya Virus Corona menjadi pandemi global telah ikut andil dalam perang melawan COVID-19.

KPK mengajak rakyat untuk bergotong royong mendirikan Kampung-Siaga COVID-19 berbasiskan Rukun Warga (RW).

Salah satu dari program Kampung Siaga COVID-19 tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa itu virus corona dan bagaimana mengatasi penyebaran virus dengan berpedoman pada protokol kesehatan WHO serta menginisiasi dan merealisasikan berdirinya Lumbung Pangan berbasiskan Rukun Warga diberbagai titik di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui bersama pendemi COVID -19 ini sudah mengglobal. Dampak ekonominya hampir dirasakan oleh negara-negara yang terjangkit selain Indonesia sebagai akibat dari berhentinya banyak sektor ekonomi global. Menurut kajian internal KPN akan terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan yang pada ujungnya akan melahirkan krisis pangan global termasuk Indonesia.

Oleh karena itu KPN merekomendasikan digalakkannya program lumbung pangan berbasiskan Rukun Warga (RW) di kota dan Desa sebagai antisipasi jika terjadi kerawanan pangan saat pendemi maupun pasca pendemi.

Saat dimintai keteranganya mengenai hal tersebut, Juru Bicara KPN Dedy Mawardi mengatakan, “ Pandemi COVID-19 ini sudah mulai membuat goncang tatanan sosial ekonomi, PHK massal, bisnis berhenti, daya beli masyarakat turun. Jadi kami sangat khawatir akan terjadi kerawanan pangan dalam waktu yang cukup panjang ke depan,” ujar Dedy yang juga Sekjen Seknas-Jokowi ini.

Lanjutnya, untuk itu ia meminta kepada pemerintah agar lebih fokus dan mempersiapkan dalam menghadapi kemungkinan kerawanan pangan ke depan.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Ketua Umum MAPPAN Indonesia, Wignyo Prasetyo membeberkan bahwa lumbung-lumbung pangan sangat penting. Kendati demikian kata Wignyo, jika terjadi kelangkaan pangan pun menjadi bahaya.

“Lumbung-lumbung pangan sangat penting, tapi kalau terjadi kelangkaan pangan juga repot. Maka pemerntah mulai sejak dini perlu secara massive dan fokus mendorong produksi pangan,” tuturnya.

Sambung Wignyo yang juga tergabung dalam Komite Penggerak Nawacita ini, memberikan pandangannya bahwa untuk menjamin stok kebutuhan pangan, presiden Jokowi perlu memerintahkan Kementerian Pertanian menjalankan program perluasan areal tanam.

“Penting juga dana desa dari Kementerian PDT dialihkan keurusan produksi pangan, program-program lain tinggalkan aja dulu,” terang aktivis 1990-an ini.

Senada dengan rekan-rekannya, Ketua Umum Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Amarsjah Purba menyampaikan, bahwa di samping jaminanan ketersediaan pangan ia juga menambahkan, untuk menjadi perhatian terkait pendistribusian. Sebab kata Amar, sebaiknya hal itu tidak diserahkan pada mekanisme pasar.

“Fokus arah distribusi adalah masyarakat kelas menengah ke bawah yang tinggal-tinggal di perkotaan, yang wilayahnya melaksanakan PSBB. Kelas menengah ke bawah ini lah yang sangat terdampak covid dan goncangan ekonomi ini,” pungkasnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awal Tahun 2022, Sumsel...
Awal Tahun 2022, Sumsel Diprediksi Bebas COVID-19
Kemenkumham Salurkan...
Kemenkumham Salurkan Puluhan Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak COVID-19
Jelang Lebaran, Kota...
Jelang Lebaran, Kota Medan Disemprot Cairan Disinfektan Skala Besar dan Masif
Cegah Virus Varian Baru...
Cegah Virus Varian Baru dari Luar Negeri, Khofifah: 3.636 Pekerja Migran Telah Kami Isolasi
Nikmati Waktu di Rumah...
Nikmati Waktu di Rumah Aja dengan Mocktail Enak dan Menyegarkan
Terkini COVID-19 di...
Terkini COVID-19 di Palembang, 48 Orang Positif Terpapar
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Awas! Hantavirus Sudah...
Awas! Hantavirus Sudah Sampai di Singapura, 2 Warga Diisolasi
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya
Rekomendasi
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Berita Terkini
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved