Kekuasaan Jayabaya Ambil Alih Bandar Dagang Terbesar di Pulau Jawa dari Kerajaan Jenggala

Minggu, 06 Februari 2022 - 08:26 WIB
loading...
Kekuasaan Jayabaya Ambil Alih Bandar Dagang Terbesar di Pulau Jawa dari Kerajaan Jenggala
Kerajaan Kediri berhasil menguasai bandar dagang paling ramai di Pulau Jawa kala itu. (Ist)
A A A
SURABAYA - Kerajaan Kediri berhasil menguasai bandar dagang paling ramai di Pulau Jawa kala itu. Bandar dagang milik Kerajaan Jenggala yang berada di muara Sungai Porong berhasil dikuasai Kediri di bawah pimpinan Raja Jayabaya. Konon bandar dagang ini merupakan yang teramai kedua di Nusantara, setelah pelabuhan bandar dagang di Sriwijaya yang ada di Pulau Sumatera.

Penguasaan bandar dagang oleh Kerajaan Kediri tak terlepas dari kurang kuatnya angkatan perang Kerajaan Jenggala, yang membuat dengan mudah dikuasai Jayabaya. Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja - Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Tahta, dan Wanita" karya Sri Wintala Achmad, ketiadaan angkat perang yang kuat ini dimanfaatkan betul oleh musuh-musuh Jenggala.

Salah satu yang mulai mengincar eksistensi Kerajaan Jenggala tentu adalah Kerajaan Kediri. Ya, Kediri pasca Sri Samarawijaya turun tahta mencoba kemungkinan untuk menguasai wilayah muara sungai yang memiliki lokasi strategis perdagangan di Jawa Timur.

Kerajaan Kediri yang menghasilkan pertanian memiliki angkatan perang yang kuat. Di bawah kekuasaan Sri Kamesywara Kerajaan Kediri mulai membentuk angkatan perang yang kuat. Sri Kamesywara bertekad menyatukan dua Kediri dengan Panjalu. Dari penyatuan tersebut akhirnya Kerajaan Kediri memiliki angkatan perang yang kuat.

Meski memiliki angkatan perang tangguh tapi nafsu Sri Kamesywara menguasai wilayah muara Sungai Porong masih menemui halangan. Saat itu muara Porong yang di bawah kekuasaan Kerajaan Jenggala dengan rajanya Mapanji Garasakan, dikenal cukup memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan para pedagang dari berbagai negara. Hal ini menjadikan Kerajaan Kediri masih menunggu momen melakukan penyerbuan.

Barulah di masa pemerintahan Raja Jayabaya, Kerajaan Kediri berhasil merebut wilayah kekuasaan Kerajaan Jenggala tersebut. Keberhasilan Raja Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya Sri Warmeswara Madhusudana Awatarnindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, dilukiskan dalam kitab Kakawin Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

Keberhasilan Mapanji Jayabaya dalam menguasai Jenggala dicatat pula dalam sebuah prasasti Hantang atau prasasti Ngantang yang berangka tahun 1135 Masehi. Di prasasti itulah tercatat Kerajaan Kediri juga mengalami kejayaan yang pesat, setelah menyerang kawasan muara Sungai Porong.

Kerajaan Kediri menguasai salah satu bandar dagang paling strategis di Indonesia kala itu. Alhasil dengan dikuasainya bandar dagang ini komoditas pertanian dari Kediri bisa langsung dikirim ke para pedagang dari berbagai negara, tanpa harus membayar upeti. Alhasil perekonomian di wilayah Kerajaan Kediri kian meningkat imbas adanya penguasaan bandar dagang tersebut. Baca: Kisah Kebo Iwa, Pemuda Bertubuh Raksasa dan Mitos Terbentuknya Danau Batur di Kintamani.

Di sisi lain meski berhasil menguasai wilayah Kerajaan Jenggala, nasib Kerajaan Jenggala tidaklah langsung tamat. Dikisahkan saat itu Kerajaan Jenggala yang sebelumnya memiliki ibukota di Tuban akhirnya memindahkannya ke Lamongan. Saat itu Kerajaan Jenggala semasa pemerintahan Mapanji Alanjung Ahyes, masih berdiri di bawah pemerintahan Sri Samarotsaha. Baca Juga: Empu Supo, Ahli Pembuat Keris yang Dikagumi Sunan Kalijaga.

Namun akhirnya pemerintahan Samarotsaha ini tidak diketahui. Bahkan jejak - jejak Kerajaan Jenggala akhirnya juga tak terlacak kembali. Sementara itu Kerajaan Kediri yang awalnya terbentuk hampir bersamaan dengan Kerajaan Jenggala, mulai mencapai puncak kejayaannya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1742 seconds (11.252#12.26)