Kenang Jasa Ulama dan Santri, Pemkab Aceh Barat Bangun Tugu Santri Pancasila

Rabu, 19 Januari 2022 - 17:59 WIB
loading...
Kenang Jasa Ulama dan Santri, Pemkab Aceh Barat Bangun Tugu Santri Pancasila
Bupati Aceh Barat bersama Forkopimda melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Tugu Kongres Santri Pancasila di depan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Rabu (19/1/2022). Foto: MPI/Afsah
A A A
ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ), mulai membangun Tugu Kongres Santri Pancasila di depan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh , Desa Seneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu (19/01/2022).

Tugu setinggi 11 meter berlambang burung garuda di atasnya itu, dibangun untuk mengenang jasa para santri dan ulama, yang terlibat dalam menjemput kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: 7 Penyelundup Sabu 1,2 Ton di Aceh Barat Dihukum Mati

Pembangunan tugu itu juga akan menjadi ikon baru Kota Meulaboh, menghabiskan anggaran hingga Rp 400 juta yang bersumber dari sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Kendati pun, ini merupakan tugu perdana santri pancasila yang dibangun di Indonesia.



Bupati Aceh Barat, Ramli MS mengatakan, pemerintah juga akan membangun balai santri pancasila, letaknya berdekatan dengan balai pengkajian tauhid tasawuf milik MPTT setempat, yakni di Kecamatan Mereubo.

Sehingga dengan adanya tugu dan balai tersebut, ideologi pancasila semakin melekat dalam kehidupan masyarakat di kota dengan julukan Tauhid Sufi tersebut.

Baca juga: Bripka IS Oknum Polisi Pemasok Narkoba Jaringan Lapas di Luwu Raya Ditangkap

“Tugu ini melambangkan semangat dalam mempertahankan nilai-nilai pancasila, sebab dalam perjuangan kemerdekaan, santri dan ulama merupakan garda terdepan saat melawan penjajah pada masa lalu,” katanya.

Ramli menjelaskan, pada tugu santri pancasila terdapat lima pilar yang menandakan isi butir-butir pancasila. Kelima pilar tersebut merupakan nilai yang sudah tertanam dalam jiwa para santri dan ulama.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2009 seconds (11.97#12.26)