Anggaran Tahap Pertama Penanganan COVID-19 di Sumsel Rp84,7 Miliar
Rabu, 10 Juni 2020 - 10:38 WIB
loading...
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy. Foto/SINDOnews/Dede Feb
A
A
A
PALEMBANG - Jumlah kasus positif COVID-19 di Sumsel masih terus bertambah. Berdasarkan data yang didapat hingga kemarin, Selasa (09/06/2020), total yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 1.188 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, untuk menangani banyaknya kasus positif COVID-19 di Sumsel dipastikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Bahkan, anggaran COVID-19 khusus kesehatan di Provinsi Sumsel mencapai puluhan miliar dinilai tidak mencukupi.
"Anggaran COVID-19 khusus untuk kesehatan yakni sebesar Rp84,7 miliar. Namun, besaran anggaran ini tidak mencukupi dan hanya bisa sampai Juni saja," ujar Lesty, Rabu (10/06/2020).
Anggaran COVID-19 Sumsel yang mencapai Rp84,7 miliar tersebut, lanjut Lesty, realisasinya ada dua yakni secara fisik dan keuangan.
Kalau realisasi fisik sudah lebih dari 90 persen tercapai, namun realisasi keuangan diakui masih dalam proses administrasi pembayaran.
"Jadi seluruh anggaran ini sudah kita manfaatkan, karena barang sudah dimanfaatkan dan didistribusikan. Anggarannya digunakan untuk mendukung penanganan COVID-19, terutama untuk tracking, untuk memperkuat laboratorium dan treatment," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, untuk menangani banyaknya kasus positif COVID-19 di Sumsel dipastikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Bahkan, anggaran COVID-19 khusus kesehatan di Provinsi Sumsel mencapai puluhan miliar dinilai tidak mencukupi.
"Anggaran COVID-19 khusus untuk kesehatan yakni sebesar Rp84,7 miliar. Namun, besaran anggaran ini tidak mencukupi dan hanya bisa sampai Juni saja," ujar Lesty, Rabu (10/06/2020).
Anggaran COVID-19 Sumsel yang mencapai Rp84,7 miliar tersebut, lanjut Lesty, realisasinya ada dua yakni secara fisik dan keuangan.
Kalau realisasi fisik sudah lebih dari 90 persen tercapai, namun realisasi keuangan diakui masih dalam proses administrasi pembayaran.
"Jadi seluruh anggaran ini sudah kita manfaatkan, karena barang sudah dimanfaatkan dan didistribusikan. Anggarannya digunakan untuk mendukung penanganan COVID-19, terutama untuk tracking, untuk memperkuat laboratorium dan treatment," ungkapnya.
Lihat Juga :