Miris! Gadis SMP di Tomohon 4 Hari Dibawa Lari dan Disetubuhi Remaja 16 Tahun

Jum'at, 17 Desember 2021 - 18:36 WIB
loading...
Miris! Gadis SMP di Tomohon 4 Hari Dibawa Lari dan Disetubuhi Remaja 16 Tahun
Gadis SMP berusia 14 tahun di Tomohon, dibawa lari dan disetubuhi remaja pria berusia 16 tahun. Foto/MPI/Arther Loupatty
A A A
TOMOHON - Gadis SMP di Tomohon, yang baru berusia 14 tahun dibawa lari remaja berusia 16 tahun hingga tidak pulang selama empat hari. Bukan hanya bawa pergi, gadis SMP tersebut juga disetubuhi oleh pelaku.

Baca juga: Miris! Demi Uang Rp50 Ribu Gadis 12 Tahun di Bali Rela Disetubuhi 4 Temannya

Kasus persetubuhan terhadap anak gadis ini terungkap, setelah ayah korban melaporkannya ke Polres Tomohon. Menurut Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, kasus ini sudah ditangani kepolisian.



"Ayah korban melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Tomohon dengan nomor: LP/B/537/XII/2021/SPKT/Res-Tomohon, tertanggal 16 Desember 2021. Tersangka berusia 16 tahun, sedangkan korbannya adalah seorang pelajar SMP berusia 14 tahun," ujar Jules Abraham Abast, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: Sadis! Anak Durhaka di Gowa Tega Buang Kedua Orang Tuanya yang Sudah Renta di Jalan

Dalam laporan tersebut, ayah korban menuturkan jika korban sudah empat hari anak gadisnya tidak pulang ke rumah, dan diperoleh informasi jika korban sempat terlihat di sekitar Kelurahan Woloan.

"Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob Polres Tomohon kemudian melakukan penyelidikan dan mendapatkan keduanya sedang berada di tempat permandian air panas yang tidak jauh dari lokasi rumah tersangka, pada Kamis (16/12/2021) sore," terang Jules Abraham Abast.

Baca juga: Tangis Puluhan Petani Pecah Saat Ladang Jagungnya Diratakan Perusahaan Sawit

Korban sendiri menghilang dari rumahnya sejak hari Minggu (12/12/2021). Menurut Jules Abraham Abast, keduanya selanjutnya dibawa ke Polres Tomohon, untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1972 seconds (10.101#12.26)