Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen

Jum'at, 10 Desember 2021 - 06:17 WIB
loading...
Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen
Nyimas Utari Sandijayaningsih. Foto/pepursnas.go.id
A A A
Wajahnya dingin, namun memancarkan ketegasan dan kecantikan khas wanita Jawa. Ketegasan itu diterjemahkan Nyimas Utari dalam sikap kesehariannya. Selain itu, dia juga sangat berani namun juga memiliki ketenangan dan kecerdasan.

Baca juga: Siasat Cerdik Panembahan Senopati Gunakan Perempuan Cantik Taklukkan Madiun

Gambaran sosok wanita prajurit telik sandi Mataram Nyimas Utari tersebut, terlihat menonjol dalam film "Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta" besutan sutradara Hanung Bramantyo.



Dari film itu, generasi milenial dapat melihat sosok telik sandi Mataram, yang memiliki wajah rupawan bernama lengkap Nyimas Utari Sandijayaningsih. Kisahnya penuh misteri layaknya James Bond si agen rahasia berkode 007 asal Inggris.

Baca juga: Kisah Gunung Semeru, Pasak untuk Pulau Jawa Dihuni Keturunan Asli Majapahit

Misi operasi rahasia terbesar yang dilakukan wanita berparas cantik ini, adalah pembunuhan Gubernur Jenderal VOC, Jans Pieterzoon Coen. Bahkan, demi memuluskan misinya tersebut, Nyimas Utari harus rela menjadi penyanyi di klub tempat berkumpulnya para perwira VOC.

Dikutib dari perpusnas go.id, kehadiran Nyimas Utara di klub perwira VOC ini, tidak lepas dari peran Asisten JP Coen, Wong Agung Aceh. Kehadiran Nyimas Utari di Batavia ini, tentunya tak lepas dari persiapan Mataram, melakukan serangan ke dua ke benteng VOC.

Sultan Agung dua kali melakukan serangan ke Batavia. Yakni, pada tahun 1628 yang mengalami kegagalan, dan baru berhasil memenangkan pertempuarn pada serangan kedua dilancarkan pada 1629.

Dalam Babad Jawa, disebutkan pembunuhan terhadap Gubernur Jenderal VOC JP Coen, sudah lama dirancang oleh pasukan intelijen atau telik sandi Mataram, yang dikenal dengan nama Dom Sumuruping Mbanyu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2041 seconds (11.210#12.26)