Seniman Yogyakarta Ini Diseret ke Pengadilan Musik Gara-gara Album Kudu
Sabtu, 27 November 2021 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu judul lagu "Lagu Hari Ini" misalnya, mengangkat tentang kondisi pandemi. Sebuah kondisi dimana banyak orang yang perjalanannya melambat, makin privat, rentan. "Ini menggambarkan bagaimana kita ini sangat rentan terhadap sebuah kondisi, seperti pandemi," ujar dia.
Bagus pun diputus persidangan dengan kesimpulan lolos bersyarat. Dia harus meneruskan karyanya dengan lebih banyak kolaborasi. "Setelah ini tentu akan terus melanjutkan hidup dan terus berkarya. Kemudian menulis lagu dan bisa kolaborasi dengan seniman lain," imbuh dia.
Sementara itu, perwakilan DCDC Cokelat Kita Addy mengaku, salah satu alasan menyeret Bagus ke Pengadilan Musik adalah karena terjadinya perubahan nama yang signifikan dari karier musiknya. Selama ini nama Sisir Tanah cukup terkenal tapi saat ini memilih debut sendiri.
"Aktivitas terbaru dari Bagus Dwi Danto bersama debutnya Kudu membuatnya terseret untuk diadili di Pengadilan Musik ini," kata dia.
Pada kesempatan itu, DCDC juga memperkenalkan sebuah produk baru, DCDC Magazine. Sebuah media berbasis majalah yang akan mengupas tentang musik indie di Indoensia, namun dijadikan lebih detail dan lengkap.
"DCDC Magazine akan dilaunching awal Desember dan akan bisa dibaca atau di download di kanal DCDC," kata pengelola DCDC Magazine Boy.
Bagus pun diputus persidangan dengan kesimpulan lolos bersyarat. Dia harus meneruskan karyanya dengan lebih banyak kolaborasi. "Setelah ini tentu akan terus melanjutkan hidup dan terus berkarya. Kemudian menulis lagu dan bisa kolaborasi dengan seniman lain," imbuh dia.
Sementara itu, perwakilan DCDC Cokelat Kita Addy mengaku, salah satu alasan menyeret Bagus ke Pengadilan Musik adalah karena terjadinya perubahan nama yang signifikan dari karier musiknya. Selama ini nama Sisir Tanah cukup terkenal tapi saat ini memilih debut sendiri.
"Aktivitas terbaru dari Bagus Dwi Danto bersama debutnya Kudu membuatnya terseret untuk diadili di Pengadilan Musik ini," kata dia.
Pada kesempatan itu, DCDC juga memperkenalkan sebuah produk baru, DCDC Magazine. Sebuah media berbasis majalah yang akan mengupas tentang musik indie di Indoensia, namun dijadikan lebih detail dan lengkap.
"DCDC Magazine akan dilaunching awal Desember dan akan bisa dibaca atau di download di kanal DCDC," kata pengelola DCDC Magazine Boy.
(atk)
Lihat Juga :