Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Jum'at, 24 Juli 2026 - 13:24 WIB
loading...
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, karhutla mendominasi bencana alam pada pekan ini. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Abdul Muhari menyebutkan, sejumlah kejadian bencana berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. Bencana alam tersebut terjadi dalam periode Kamis, 23 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga Jumat (24/7/2026) pukul 07.00 WIB.
"Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, peristiwa yang mendominasi pada periode ini adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berlangsungnya musim kemarau," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Abdul, laporan karhutla pertama datang dari wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 12.30 WIT. Kebakaran bermula saat terlihat adanya asap dari arah Gunung Kali Ampat yang berada di wilayah Kelurahan Klagate dan Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa serta Kelurahan Malanu di Distrik Sorong Utara.
Baca juga: BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Pada pukul 18.30 WIT, mulai terlihat kobaran api di atas gunung tersebut. Cuaca panas dan angin kencang memicu kobaran api yang besar dan meluas. Namun, api berhasil dipadamkan di hari yang sama.
Selain di Gunung Kali Ampat, karhutla juga terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026 di Gunung Woroth, Kelurahan Kakublik, Distrik Sorong Kota, pada pukul 14.00 waktu setempat. Hingga saat ini, proses pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan.
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Sorong melaporkan total lahan yang terbakar dari dua lokasi tersebut mencapai 3 hektare. Sulitnya medan untuk menuju titik api serta minimnya peralatan menjadi kendala dalam upaya pemadaman api," tuturnya.
"Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, peristiwa yang mendominasi pada periode ini adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berlangsungnya musim kemarau," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Abdul, laporan karhutla pertama datang dari wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 12.30 WIT. Kebakaran bermula saat terlihat adanya asap dari arah Gunung Kali Ampat yang berada di wilayah Kelurahan Klagate dan Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa serta Kelurahan Malanu di Distrik Sorong Utara.
Baca juga: BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Pada pukul 18.30 WIT, mulai terlihat kobaran api di atas gunung tersebut. Cuaca panas dan angin kencang memicu kobaran api yang besar dan meluas. Namun, api berhasil dipadamkan di hari yang sama.
Selain di Gunung Kali Ampat, karhutla juga terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026 di Gunung Woroth, Kelurahan Kakublik, Distrik Sorong Kota, pada pukul 14.00 waktu setempat. Hingga saat ini, proses pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan.
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Sorong melaporkan total lahan yang terbakar dari dua lokasi tersebut mencapai 3 hektare. Sulitnya medan untuk menuju titik api serta minimnya peralatan menjadi kendala dalam upaya pemadaman api," tuturnya.
Lihat Juga :