alexametrics

824 Ikut Rapid Test, 117 Reaktif, 50 Menginap di Asrama Haji

loading...
824 Ikut Rapid Test, 117 Reaktif, 50 Menginap di Asrama Haji
Rapid test dan swab massal dilakukan di kawasan Pegirian. Para warga Surabaya tiap hari membanjiri pelaksanaan tes gratis yang bekerjasama dengan BIN ini. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A+ A-
SURABAYA - Pelaksanaan rapid test dan swab massal terus dilakukan di berbagai wilayah di Kota Pahlawan. Dalam sehari saja, ada 824 orang yang ikut rapid test.

Dari jumlah itu, 117 orang hasilnya reaktif dan 50 orang diantaranya langsung isilasi diri di Asrama Haji serta sisanya isolasi mandiri di rumah. (Baca juga: Rapid Test Massal Diserbu Warga, Ini Aturan Ketatnya)

Camat Semampir Surabaya, Siti Hindun Robba, mengatakan, untuk mendukung kegiatan rapid test yang diselenggarakan bersama Badan Intelijen Negara (BIN) ini, pihaknya menerjunkan tenaga kesehatan (nakes) di empat Puskesmas Kecamatan Semampir.



"Para nakes yang diterjunkan ada dari empat puskesmas. Kita membantu BIN, kurang lebih ada 20 orang nakes," kata Hindun, Sabtu (6/6/2020).

Menurut dia, antusias warga mengikuti kegiatan ini terlihat begitu besar. Terbukti, ketika pelaksanaan rapid test kemarin, kuota yang disiapkan sebanyak 700 orang. Namun yang datang kemarin mencapai 824 orang.

“Sedangkan yang dinyatakan reaktif rapid test kemarin ada 117 orang. Sebanyak 50 orang reaktif itu dibawa ke hotel dan sisanya isolasi mandiri di rumah," kata dia.

Hindun menjelaskan, untuk pelaksanaan rapid test hari ini, kuota yang disiapkan sebanyak 500 orang. Untuk sasarannya adalah warga di wilayah Surabaya Utara. Akan tetapi, beberapa warga dari luar Kecamatan Semampir juga ikut datang.

“Sasarannya warga sekitar di wilayah (Surabaya) utara. Tapi tidak hanya wilayah utara, ada juga dari wilayah kecamatan lain yang belum sempat ikut di wilayahnya kemarin,” jelas dia.

Pelaksanaan rapid test dan swab gratis hari ini pun dilakukan di dua lokasi. Yakni, Terminal Bus Pariwisata Religi Ampel di Jalan Pegirian serta Kantor Kecamatan Kenjeran Surabaya.

Dari pantauan SINDOnews.com, sejak pukul 07.00 WIB, pelaksanaan rapid test di Terminal Bus Pariwisata Religi Ampel berlangsung tertib. Sebelum dilakukan pemeriksaan, warga diarahkan untuk duduk di kursi antrean yang telah disiapkan. Sebuah pagar pembatas pun dipasang untuk mengatur akses keluar masuk warga yang akan dilakukan pemeriksaan.

Namun, sebelum dilakukan pemeriksaan, warga juga diwajibkan cuci tangan di sebuah wastafel yang telah disiapkan di area lokasi. Tak lupa, jajaran Linmas, Satpol PP, serta petugas dari kepolisian dan TNI juga bersiaga di lokasi. Mereka bertugas mengatur dan mengarahkan warga yang datang agar tetap menerapkan protokol kesehatan serta physical distancing.

Kartini (69), warga Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto Surabaya ini mengaku datang bersama anak dan menantunya untuk mengikuti rapid test gratis di Parkir Wisata Religi Sunan Ampel. "Saya datang bersama anak dan menantu, tadi sudah dites hasilnya negatif," kata Kartini.

Meski telah memasuki usia di atas 65 tahun, Kartini masih terlihat sehat dan bugar. Bahkan, dia mengaku juga masih bekerja untuk mengisi aktivitas sehari-harinya. "Senang ada acara tes ini karena kan saya bisa tahu kondisi kesehatan saya seperti apa. Tadi saya posisi kerja, ini izin sebentar," jelas dia.
(nth)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak