Proyek Tak Becus, Anggota DPRD Bukittinggi Marah-marah Malah Ditantang Pengawas
Rabu, 24 November 2021 - 23:47 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Bukittinggi Ibra Yasser terlibat adu argumen dengan pengawas proyek saat meninjau proyek drainase di sepanjang jalan utama di Kota Bukittinggi. Foto: iNewsTV/Wahyu Sikumbang
A
A
A
BUKITTINGGI - Seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi , Ibra Yasser marah-marah saat mendapati pengerjaan proyek drainase di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Pemuda yang tidak becus .
Legislator ini kesal dengan tumpukan tanah galiah proyek drainase yang menumpuk di pinggir jalan dan mengakibatkan polusi debu bagi para pengguna dan masyarakat setempat.
Aksi marah-marah dan mengamuk di depan umum anggota dprd kota bukittinggi ini terjadi saat Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Bukittinggi Ibra Yasser meninjau proyek drainase di sepanjang itu.
![Proyek Tak Becus, Anggota DPRD Bukittinggi Marah-marah Malah Ditantang Pengawas]()
Baca juga: Tubagus Madya Dwiputra, Buronan Kasus Perampasan Hak Atas Tanah di Bandung Ditangkap
Legislator pks ini mengaku kesal dengan pekerjaan proyek yang dinilai ambradul dan mengganggu kenyamanan warga hingga meresahkan masyarakat.
Menurut Ibra Yasser, kontraktor proyek dinilai tidak becus dalam bekerja, tanah timbunan yang dibiarkan teronggok di sepanjang tengah jalan serta debu yang mengakibatkan polusi sangat mengganggu kenyamanan warga dan membahayakan pengguna jalan.
Legislator ini kesal dengan tumpukan tanah galiah proyek drainase yang menumpuk di pinggir jalan dan mengakibatkan polusi debu bagi para pengguna dan masyarakat setempat.
Aksi marah-marah dan mengamuk di depan umum anggota dprd kota bukittinggi ini terjadi saat Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Bukittinggi Ibra Yasser meninjau proyek drainase di sepanjang itu.

Baca juga: Tubagus Madya Dwiputra, Buronan Kasus Perampasan Hak Atas Tanah di Bandung Ditangkap
Legislator pks ini mengaku kesal dengan pekerjaan proyek yang dinilai ambradul dan mengganggu kenyamanan warga hingga meresahkan masyarakat.
Menurut Ibra Yasser, kontraktor proyek dinilai tidak becus dalam bekerja, tanah timbunan yang dibiarkan teronggok di sepanjang tengah jalan serta debu yang mengakibatkan polusi sangat mengganggu kenyamanan warga dan membahayakan pengguna jalan.
Lihat Juga :