Dishub Sinjai Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Angkutan
Kamis, 18 November 2021 - 14:36 WIB
loading...
Dishub Sinjai melakukan sosialisasi penyesuaian tarif angkutan. Foto: Sindonews/ilustrasi
A
A
A
SINJAI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sinjai, gencar melakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif angkutan setelah sopir dan organda menyampaikan aspirasi di Kantor Dishub dan DPRD Sinjai beberapa waktu lalu.
Penyesuaian tarif angkutan pedesaan dilakukan sehubungan dengan rencana pemerintah meniadakan premium dan digantikan dengan pertalite, sehingga berdampak pada tarif angkutan.
Baca Juga: Pekarangan Rumah Warga Jadi Akses Jembatan Darurat di Sinjai
Sekretaris Dinas Perhubungan Sinjai, Abdu Rahman mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke angkutan pedesaan dengan menempel tarif angkutan ke mobil angkutan pedesaan.
"Sebenarnya pada kasus BBM itu tidak ada kenaikan tetapi yang memicu ini adalah adanya jenis BBM yang dihilangkan oleh pemerintah. Premium sekarang ini tidak beredar di SPBU sehingga otomatis kendaraan umum yang ada beralih ke Pertalite," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, setelah beralih ke Pertalite ada selisih harga cukup besar sehingga para pengemudi sopir merasa bebannya lebih meningkat. "Belum lagi beban lain seperti suku cadang dan penggantian oli dan lain-lain. Mereka merasa cukup terbebani," tambahnya.
Untuk mekanisme penetapan tarif jelasnya, sudah ada mekanisme ada item-item yang harus dilihat, termasuk jarak.
Penyesuaian tarif angkutan pedesaan dilakukan sehubungan dengan rencana pemerintah meniadakan premium dan digantikan dengan pertalite, sehingga berdampak pada tarif angkutan.
Baca Juga: Pekarangan Rumah Warga Jadi Akses Jembatan Darurat di Sinjai
Sekretaris Dinas Perhubungan Sinjai, Abdu Rahman mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke angkutan pedesaan dengan menempel tarif angkutan ke mobil angkutan pedesaan.
"Sebenarnya pada kasus BBM itu tidak ada kenaikan tetapi yang memicu ini adalah adanya jenis BBM yang dihilangkan oleh pemerintah. Premium sekarang ini tidak beredar di SPBU sehingga otomatis kendaraan umum yang ada beralih ke Pertalite," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, setelah beralih ke Pertalite ada selisih harga cukup besar sehingga para pengemudi sopir merasa bebannya lebih meningkat. "Belum lagi beban lain seperti suku cadang dan penggantian oli dan lain-lain. Mereka merasa cukup terbebani," tambahnya.
Untuk mekanisme penetapan tarif jelasnya, sudah ada mekanisme ada item-item yang harus dilihat, termasuk jarak.
Lihat Juga :