Ribuan Angkot di Malang Terancam Mati, Sopir Ketar-ketir
Rabu, 10 Juli 2024 - 16:12 WIB
loading...
Kondisi angkot di Terminal Arjosari dan Madyopuro Kota Malang. Foto/Avirista Midaada/MPI
A
A
A
MALANG - Ribuan angkot di Kota Malang terancam mati karena kondisinya yang sudah tidak layak jalan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra, saat dialog dengan para sopir angkot di Terminal Arjosari, Malang, Rabu (10/7/2024).
Berdasarkan data Dishub Kota Malang, dari 1.166 angkot yang terdaftar, hanya 210 angkot yang memenuhi syarat jalan. Sisanya, sekitar 956 angkot, sudah tidak layak jalan dan terancam tidak beroperasi lagi.
"Kendaraan yang mati berapa? Kalau diuji kir dari sekian kendaraan 1.166 angkutan kota, yang memenuhi syarat 210, yang memenuhi syarat jalan, yang selebihnya ini kita harus pikirkan bersama," ujar Widjaja.
Kondisi ini membuat ribuan sopir angkot di Malang ketar-ketir. Satu angkot biasanya dioperasikan oleh 2-3 orang sopir, sehingga total ada sekitar 3.000 orang yang mengandalkan angkot sebagai mata pencaharian mereka.
Baca Juga: Hore! Angkot di Malang Bakal Pakai AC dan Penumpang Gratis
"Sopir 2-3 orang untuk satu angkot, artinya bisa 3 ribuan, yang layak data 200-an, artinya layak berdasarkan data kami diuji KIR. Layak itu artinya mengurus uji kir, mesin-mesinnya teknisnya baik semua," papar Widjaja.
Penyebab utama angkot-angkot ini tidak layak jalan adalah karena minimnya peminat masyarakat dan kalah bersaing dengan moda transportasi lain, terutama transportasi online.
Berdasarkan data Dishub Kota Malang, dari 1.166 angkot yang terdaftar, hanya 210 angkot yang memenuhi syarat jalan. Sisanya, sekitar 956 angkot, sudah tidak layak jalan dan terancam tidak beroperasi lagi.
"Kendaraan yang mati berapa? Kalau diuji kir dari sekian kendaraan 1.166 angkutan kota, yang memenuhi syarat 210, yang memenuhi syarat jalan, yang selebihnya ini kita harus pikirkan bersama," ujar Widjaja.
Kondisi ini membuat ribuan sopir angkot di Malang ketar-ketir. Satu angkot biasanya dioperasikan oleh 2-3 orang sopir, sehingga total ada sekitar 3.000 orang yang mengandalkan angkot sebagai mata pencaharian mereka.
Baca Juga: Hore! Angkot di Malang Bakal Pakai AC dan Penumpang Gratis
"Sopir 2-3 orang untuk satu angkot, artinya bisa 3 ribuan, yang layak data 200-an, artinya layak berdasarkan data kami diuji KIR. Layak itu artinya mengurus uji kir, mesin-mesinnya teknisnya baik semua," papar Widjaja.
Penyebab utama angkot-angkot ini tidak layak jalan adalah karena minimnya peminat masyarakat dan kalah bersaing dengan moda transportasi lain, terutama transportasi online.
Lihat Juga :