Jaga Perdamaian, Wartawan Jangan Jadi Kompor!

Selasa, 16 November 2021 - 06:43 WIB
loading...
Jaga Perdamaian, Wartawan...
Diskusi Pembinaan Manajemen Konflik dan Jurnalisme Damai yang digelar Kanwil Kemenag Jateng di Hotel Grasia Semarang. Foto/SINDOnews/Abdul Hakim
A A A
SEMARANG - Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini diikuti dengan tumbuh subur media sosial di tengah masyarakat. Tak ayal, beragam informasi berseliweran tanpa kendali karena warga pun turut berlomba membagikan kabar paling cepat.

Kepala Biro Sindonews Jateng Khusnul Huda mengatakan, tsunami informasi itu diperparah dengan maraknya media-media online yang tak mengedepankan kode etik jurnalistik, melainkan terpacu untuk mendapatkan viewer (pembaca) terbanyak.

Baca juga: Waspadai Pemerasan Modus Aplikasi Live Sex, Masyarakat Harus Hati-hati Gunakan Medsos

“Sekarang ini atau beberapa tahun belakangan ini banyak muncul media-media yang sifatnya provokatif. Kalau kita lihat di Facebook banyak share link berita dengan judul fantastis, tujuannya agar menarik ketika diklik, dibuka,” kata Huda saat menjadi narasumber dalam diskusi “Pembinaan Manajemen Konflik dan Jurnalisme Damai” yang digelar Kanwil Kemenag Jateng di Hotel Grasia Semarang, Senin (15/11/2021).

“Bahkan pada kasus dana hibah Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang ternyata bohong di Sumatera Selatan, itu ada media yang menulis judul Siapa Akidi Tio? Nah, dalam isi beritanya juga tidak menjawab pertanyaan tersebut. Jadi antara judul dan isi masih tanda tanya,” imbuhnya.

Alumnus UIN Walisongo Semarang itu mengatakan, masyarakat mesti cerdas memilih informasi dan tak mudah terpengaruh berita yang belum jelas kebenarannya. Terlebih, kecenderungan orang lebih menyukai informasi dari media sosial ketimbang media massa.

Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol

“Saat ini (informasi) tidak hanya dari media massa tetapi juga media sosial. Dan itu kecepatannya luar biasa. Kalau media massa seperti kami masih ada kontrol, setelah dari wartawan ada redaktur, yang menilai berita ini layak atau tidak, ada yang salah diperbaiki. Kemudian lagi di atasnya lagi ada pemimpin redaksi yang mengontrol berita, sehingga kemungkinan terjadi konflik itu bisa diminimalisasi,” ungkapnya.

“Kita berharap para jurnalis juga harus lebih berhati-hati karena bagaimana pun apa yang kita tulis itu juga akan dimintai pertanggungjawaban. Jadi kalau nulis tidak sekadar sembarangan. Jurnalis memeliki peran penting untuk menjaga perdamaian, bukan sekadar kompor atau ngipas-ngipasi agar beritanya semakin menarik,” harap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Pemerintah Diminta Perluas...
Pemerintah Diminta Perluas Program Literasi Digital hingga ke Daerah
SMAN 4 Semarang Juara...
SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand
SMAN 4 Semarang Wakili...
SMAN 4 Semarang Wakili Indonesia di Festival Seni Internasional Thailand
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Rekomendasi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved