Pelanggaran HAM Terjadi di Lapas Makassar Jika Napi Tidak Dapat Layanan Rapid Test

Kamis, 04 Juni 2020 - 08:21 WIB
loading...
Pelanggaran HAM Terjadi...
Kondisi warga binaan yang hingga kini belum menjalani skrining awal atau rapid test COVID-19 di Lapas Klas IA Gunungsari Makassar disebut telah melanggar hak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Foto : SINDOnews/Doc
A A A
MAKASSAR - Kondisi warga binaan (narapidana) yang hingga kini belum menjalani skrining awal atau rapid test COVID-19 di Lapas Klas IA Gunungsari Makassar disebut telah melanggar hak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jika terus dibiarkan, Kementerian Hukum dan Ham justru yang telah melanggar Hak Asasi manusia (HAM).

"Pemenuhan hak atas kesehatan termasuk perlindungan dari wabah COVID-19 harus dipenuhi secara progresif, kita harap pemenuhannya dapat memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia dalam rangka menyediakan barang dan jasa fasilitas kesehatan yang harus memenuhi 4 prinsip yakni ketersediaan, aksesibilitas, penerimaan dan kualitas, karenanya agar Rapid test untuk warga Lapas dilakukan, seharusnya terlebih dahulu pihak Kementerian yang mengalokasikan anggaran, jika benar benar tidak ada, baru kemudian Pemda berkewajiban membantu," tukas Direktur LBH Makassar, Haswandi Andi Mas kepada SINDOnews.

Baca : Terkendala Anggaran, Lapas Makassar Belum Lakukan Rapid Test

Menurut Dia, tahanan dan napi menjadi salah satu kelompok rentan terpapar virus yang harus menjadi prioritas layanan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet (Geneva, 25 Maret 2020), terlebih menurutnya tingkat kepadatan Rutan dan Lapas Makassar sangat tinggi.

Karenanya ia mendesak Kementerian Hukum dan HAM memenuhi hak kesehatan warga lapas dengan menggelar rapid test. "Tentu saja yang paling bertanggungjawab dan patut disalahkan adalah Kementrian Hukum dan HAM sebab membiarkan pelanggan HAK Asasi terjadi, apalagi kalau misalnya, anggaran untuk fasilitas lainnya justru tersedia namun untuk rapid tidak disediakan," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilegal, 2 Gerai Rapid...
Ilegal, 2 Gerai Rapid Tes di Pelabuhan Padangbai Bali Ditutup
Palsukan Surat Rapid...
Palsukan Surat Rapid Tes dan Vaksin, 2 Sopir Travel Tujuan Bali Ditangkap
Lebaran, Permintaan...
Lebaran, Permintaan Rapid dan Swab Meningkat 50 Persen
18 Korban Selamat Kapal...
18 Korban Selamat Kapal Tenggelam Jalani Rapid Test
Hasil Test Nonreakif,...
Hasil Test Nonreakif, Penumpang Kapal Mahakam Lanjutkan Perjalanan
Tak Miliki Surat Rapid,...
Tak Miliki Surat Rapid, 26 Penumpang Kapal Mahakam Diamankan di Muntok
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
BGN: Alat Rapid Test...
BGN: Alat Rapid Test Cegah Keracunan MBG Sudah Diterapkan di SPPG Polri
KPK Jebloskan Penyuap...
KPK Jebloskan Penyuap Richard Louhenapessy ke Lapas Makassar
Rekomendasi
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
Wujudkan Rencana Liburan...
Wujudkan Rencana Liburan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Infografis
5 Negara Paling Tidak...
5 Negara Paling Tidak Aman Jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved