Gelar Reses, Legislator Partai Perindo Edi Hariyanto Komitmen Perjuangkan Harapan Warga Bengkulu
Rabu, 23 April 2025 - 09:54 WIB
loading...
Anggota DPRD Kota Bengkulu Edi Hariyanto kembali turun langsung menyapa konstituennya dalam agenda reses perdana 2025. Foto/istimewa
A
A
A
BENGKULU - Anggota DPRD Kota Bengkulu Edi Hariyanto kembali turun langsung menyapa konstituennya dalam agenda reses perdana 2025 untuk Dapil III, yang meliputi Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu. Kegiatan ini digelar di kediamannya, Jalan Depati Payung Negara, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, akhir pekan lalu.
Penuh semangat dan harapan, masyarakat yang datang menyampaikan berbagai hal yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari kurangnya penerangan jalan lingkungan, perbaikan dan pembangunan drainase, hingga kelanjutan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai yang kondisinya perlu perhatian serius.
Persoalan sampah juga mencuat dalam hangatnya dialog tersebut. Warga mengeluhkan masih banyak yang tidak mampu membayar iuran, dan berharap pemerintah kembali menyediakan bak kontainer sampah di sejumlah titik.
Baca juga: Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Bengkulu 2024-2029, 2 Kader Perindo Siap Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah
Tak hanya itu, mereka mengharapkan penambahan jumlah sekolah dasar. Para orang tua merasa kesulitan mencari sekolah negeri bagi anak-anak mereka, sementara pilihan sekolah swasta berbasis IT dinilai terlalu mahal.
Penuh semangat dan harapan, masyarakat yang datang menyampaikan berbagai hal yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari kurangnya penerangan jalan lingkungan, perbaikan dan pembangunan drainase, hingga kelanjutan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai yang kondisinya perlu perhatian serius.
Persoalan sampah juga mencuat dalam hangatnya dialog tersebut. Warga mengeluhkan masih banyak yang tidak mampu membayar iuran, dan berharap pemerintah kembali menyediakan bak kontainer sampah di sejumlah titik.
Baca juga: Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Bengkulu 2024-2029, 2 Kader Perindo Siap Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah
Tak hanya itu, mereka mengharapkan penambahan jumlah sekolah dasar. Para orang tua merasa kesulitan mencari sekolah negeri bagi anak-anak mereka, sementara pilihan sekolah swasta berbasis IT dinilai terlalu mahal.
Lihat Juga :