Usai Gempa di Sesar Telomoyo, Merapi Digetarkan 54 Kali Guguran
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:35 WIB
loading...
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang ada di perbatasan Sleman, DIY; dan Magelang, Boyolali, serta Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (23/10/2021) masih menunjukkan peningkatan. Foto/Dok.BPPTKG
A
A
A
SLEMAN - Gunung Merapi masih menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Hal itu terlihat dari terjadinya kegempaan di gunung yang berada di perbatasan Sleman, DIY; serta Magelang, Boyolali, dan Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (23/10/2021).
Baca juga: Gunung Merapi Kembali Sumburkan Wedus Gembel, 5 Kecamatan di Magelang Hujan Abu
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, pada periode pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 54 kali gempa guguran, enam kali gempa hembusa, satu kali gempa low frekuensi, empat kali gempa hybrid atau fase banyak, dan 14 kali gempa tektonik jauh.
Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 21-29°C, kelembaban udara 59-88 %, dan tekanan udara 628-718 mmHg.
Baca juga: Memalukan! Muktamar XIX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari Ricuh
Secara visual gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. "Pada periode ini juga terdengar guguran dua kali dengan intensitas sedang dari Pos Babadan," kata petugas penyusuan laporan aktivitas BPPTKG, Triyono, Sabtu (23/10/2021).
Baca juga: Gunung Merapi Kembali Sumburkan Wedus Gembel, 5 Kecamatan di Magelang Hujan Abu
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, pada periode pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 54 kali gempa guguran, enam kali gempa hembusa, satu kali gempa low frekuensi, empat kali gempa hybrid atau fase banyak, dan 14 kali gempa tektonik jauh.
Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 21-29°C, kelembaban udara 59-88 %, dan tekanan udara 628-718 mmHg.
Baca juga: Memalukan! Muktamar XIX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari Ricuh
Secara visual gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. "Pada periode ini juga terdengar guguran dua kali dengan intensitas sedang dari Pos Babadan," kata petugas penyusuan laporan aktivitas BPPTKG, Triyono, Sabtu (23/10/2021).
Lihat Juga :