Tewas Tak Wajar, Polisi Bongkar Makam Santri di Lamongan

Kamis, 21 Oktober 2021 - 16:39 WIB
Tewas Tak Wajar, Polisi Bongkar Makam Santri di Lamongan
Meninggal tak wajar, makam santri di Kabupaten Lamongan, dibongkar. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid
A A A
LAMONGAN - Makam seorang santri asal Kabupaten Lamongan, yang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dibongkar polisi. Pasalnya, santri bernama Galang Tatkaryaka Raisaldi (14) tewas dengan kondisi tak wajar.

Baca juga: 1 Santri Tewas Dianiaya, Polisi Periksa Pengasuh Pondok Pesantren di Sidoarjo

Pembongkaran makam yang dilakukan Kamis (21/10/2021) tersebut, dilakukan polisi sebagai tindak lanjut proses penyelidikan terhadap kematian korban. Jenazah santri tersebut, telah delapan hari ini dimakamkan.





Proses pembongkaran makam dilakukan petugas dari Polres Mojokerto, dan melibatkan sejumlah dokter, termasuk mereka yang sedang melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sementara petugas Polres Lamongan membantu pengamanan.

Baca juga: Ratu Sakti, Raja Pajajaran yang Umbar Nafsu Birahi dengan Menikahi Istri Selir Ayahnya

Galang Tatkaryaka Raisaldi meninggal di pondok pesantren tempatnya belajar pada Kamis (14/10/2021) siang. Kemudian sore harinya dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Lamongan, untuk dimakamkan.

Saat memandikan korban, pihak keluarga curiga karena ada luka di lengan kanan dan kiri korban. Selain itu, setelah dimandikan keluar darah dari hidung korban. "Pembongkaran makam anak saya ini, dilakukan untuk mencari fakta penyebab kematian yang tidak diungkap secara transparan oleh pihak pesantren," tegas ayah korban, Miftahul Ulum, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Daftar Haji Sekarang di Kemenag Sleman, Baru Bisa Berangkat 31 Tahun Kemudian

Pihak keluarga berharap, kasus kematian Galang Tatkaryaka Raisaldi di pondok pesantren tersebut, tak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi pengasuh pondok pesantren lain untuk lebih memperhatikan santri-santrinya.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2043 seconds (11.97#12.26)