Tangis Pecah di Tapanuli Utara, Diduga Dianiaya Polisi Tersangka Narkoba Tewas Misterius

Senin, 18 Oktober 2021 - 23:57 WIB
Tangis Pecah di Tapanuli Utara, Diduga Dianiaya Polisi Tersangka Narkoba Tewas Misterius
Diduga polisi melakukan penganiayaan terhadap Daniel Silitonga, hingga mengakibatkan kematian. Foto/iNews TV/Aries Fernando Manalu
A A A
TAPANULI UTARA - Tubuh Daniel Silitonga (33) terbujur kaku di peti mati. Seluruh keluarganya tak kuasa menahan tangis. Tersangka kasus narkoba ini tewas usai ditangkap Satreskoba Polres Tapanuli Utara, pada Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Kapolri Terbitkan Telegram Pencegahan Kekerasan Berlebihan oleh Anggota Polri

Kasus kematian Daniel Silitonga tersebut, kini masih diselidiki oleh Bidan Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumatara Utara. Sebelumnya, Daniel Silitonga ditangkap di depan rumahnya di Dusun Pangipaipaan, Desa Sipahutar I, Kecamatan Sipahutar, Rabu (13/10/2021) pukul 14.00 WIB.





Diduga Daniel Silitonga dipaksa oleh petugas dari Satreskoba Polres Tapanuli Utara, yang menangkapnya, untuk mengakui adanya alat timbangan narkoba di dalam rumahnya. Saat itu, diduga petugas sampai melakukan penganiayaan.

Baca juga: Polisi Gerebek Karaoke dan Bar di Medan, Belasan Orang Positif Narkoba

Kakak korban, Berghen Silitonga mengatakan, keluarga tidak terima atas kematian Daniel Silitonga, karena ada dugaan telah terjadi penganiayaan. "Akhirnya keluarga memutuskan membuat laporan ke Bidpropam Polda Sumatera Utara, untuk mengungkap kematian Daniel Silitonga," tegasnya.

Sementara Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ronal Sipayung mengatakan, foto Daniel Silitonga yang viral di media sosial, bukan ada luka lebam pada wajah atau di bagian tubuh korban. "Kami masih menunggu hasil autopsi kematian Daniel Silitonga dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan, dan hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara," terangnya.

Baca juga: Menantu Bejat, Demi Pesugihan Tega Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Nenek 70 Tahun

Mengenai lebam di bagian wajah Daniel Silitonga, menurut Ronal, tidak ada kekerasan yang dilakukan anggotanya. Tetapi, apabila dari hasil autopsi membuktikan adanya tindak penganiayaan, maka akan ada sanksi tegas terhadap anggota kepolisian yang melakukan kekerasan.
(eyt)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1533 seconds (10.177#12.26)