Kurang Setoran Ngamen, Ibu Muda di Palembang Tega Siksa Anak Kandung
Senin, 11 Oktober 2021 - 16:34 WIB
loading...
Tersangka OK (21) diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan karena memukuli anak kandungnya gara-gara setoran uang ngamen. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A
A
A
PALEMBANG - Seorang ibu rumah tangga berinisial OK (21) ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan karena memukuli anak kandungnya. Aksi penganiayaan anak itu terekam video amatir dan tersebar di media sosial hingga akhirnya viral.
Peristiwa itu terjadi Jalan Sudirman Palembang, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam rekaman video terlihat seorang ibu yang sedang duduk memukul wajah seorang anak laki-laki yang memakai kopiah.
Baca juga: Keji, Tahanan Muslim Uighur Dipukuli, Disiksa dan Diperkosa
"Wanita dalam video adalah ibu kandung dari bocah yang viral itu, dan sudah kita amankan malam itu juga di Jalan Gubernur H Bastari, Lorong Harapan 1, Kecamatan Jakabaring Palembang, sekitar pukul 23.00 WIB," kata Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Iptu Fifin Sumailan, Senin (11/10/2021).
Dari hasil pemeriksaan motif pemukulan karena didasarkan pada uang setoran hasil mengamen korban yang tidak ada saat kejadian. "Pelaku kesal hingga nekat memukul anaknya,” katanya.
Peristiwa itu terjadi Jalan Sudirman Palembang, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam rekaman video terlihat seorang ibu yang sedang duduk memukul wajah seorang anak laki-laki yang memakai kopiah.
Baca juga: Keji, Tahanan Muslim Uighur Dipukuli, Disiksa dan Diperkosa
"Wanita dalam video adalah ibu kandung dari bocah yang viral itu, dan sudah kita amankan malam itu juga di Jalan Gubernur H Bastari, Lorong Harapan 1, Kecamatan Jakabaring Palembang, sekitar pukul 23.00 WIB," kata Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Iptu Fifin Sumailan, Senin (11/10/2021).
Dari hasil pemeriksaan motif pemukulan karena didasarkan pada uang setoran hasil mengamen korban yang tidak ada saat kejadian. "Pelaku kesal hingga nekat memukul anaknya,” katanya.
Lihat Juga :