Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kurang Setoran Ngamen, Ibu Muda di Palembang Tega Siksa Anak Kandung

loading...
Kurang Setoran Ngamen, Ibu Muda di Palembang Tega Siksa Anak Kandung
Tersangka OK (21) diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan karena memukuli anak kandungnya gara-gara setoran uang ngamen. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
PALEMBANG - Seorang ibu rumah tangga berinisial OK (21) ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan karena memukuli anak kandungnya. Aksi penganiayaan anak itu terekam video amatir dan tersebar di media sosial hingga akhirnya viral.

Peristiwa itu terjadi Jalan Sudirman Palembang, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam rekaman video terlihat seorang ibu yang sedang duduk memukul wajah seorang anak laki-laki yang memakai kopiah.

Baca juga: Keji, Tahanan Muslim Uighur Dipukuli, Disiksa dan Diperkosa

"Wanita dalam video adalah ibu kandung dari bocah yang viral itu, dan sudah kita amankan malam itu juga di Jalan Gubernur H Bastari, Lorong Harapan 1, Kecamatan Jakabaring Palembang, sekitar pukul 23.00 WIB," kata Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Iptu Fifin Sumailan, Senin (11/10/2021).



Dari hasil pemeriksaan motif pemukulan karena didasarkan pada uang setoran hasil mengamen korban yang tidak ada saat kejadian. "Pelaku kesal hingga nekat memukul anaknya,” katanya.

Sementara untuk korban pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Palembang apakah korban akan dititipkan atau diserahkan kepada neneknya.

Baca juga: Divonis 180 Bulan Penjara, PNS Terduga Cabuli Anak Kandung Malah Dibebaskan Mahkamah Syariah Aceh

“Sampai sekarang korban trauma terhadap pelaku. Korban cenderung menghindari pelaku,” katanya.

Sementara itu tersangka OK, mengatakan sudah 14 bulan dia menyuruh anaknya untuk mencari uang di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Dan saat kejadian malam itu ia kesal karena anaknya tidak bisa mendapatkan uang seperti yang diinginkannya.

“Aku kesal karena itulah aku pukul dia, selama ini aku suruh dia mengamen, jual tisu, dan lainnya yang bisa menghasilkan uang. Dalam sehari saya biasanya saya mendapatkan uang berbeda-beda, paling kecil Rp150 ribu dan paling besar Rp600 ribu,” ungkapnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top