Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

998 Sumur Minyak Ilegal Ditutup, Kapolda Sebut Penadah Akan Ditindak

loading...
998 Sumur Minyak Ilegal Ditutup, Kapolda Sebut Penadah Akan Ditindak
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto menyatakan telah menutup 998 sumur minyak ilegal dan menetapkan 6 orang sebagai tersanga. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
PALEMBANG - Sebanyak 998 sumur minyak ilegal telah ditutup oleh Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan.

Polda Sumsel telah melakukan pemetaan terhadap sumur minyak ilegal atau illegal drilling dan illegal mining.

"Kami telah melakukan penutupan sebanyak 998 sumur minyak ilegal yang tersebar di wilayah Sumsel, termasuk juga mengamankan enam orang tersangka beserta alat bukti," kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Ngebor Minyak Ilegal di Tengah Hutan Musi Banyuasin, 3 Pria Diringkus Tim Srigala



Kapolda menyatakan akan berkomunikasi dengan Pemda setempat terkait penyiapan lapangan kerja yang memadai pasca ditutupnya ratusan sumur minyak ilegal yang telah menjadi mata pencaharian warga setempat.

"Kita pastikan sanksi hukum yang tegas bagi hilir yakni koorporasi SPBU dan pelaku perorangan ilegal drilling untuk memutus mata rantai yang menampung. Jadi, penadah minyak ilegal pun akan ditindak," katanya.

Baca juga: Batanghari Gempar, Sumur Minyak Ilegal Milik Perangkat Desa Meledak dan Terbakar Hebat

Menurutnya, untuk pelaku penambangan ilegal driling dapat dilakukan perekrutan ke perusahaan sebagai upaya pembinaan rakyat penambang ilegal.

Selain itu bisa juga dengan memberi bantuan CSR yang dapat digunakan sebagai perbantuan pemodalan dan pelatihan pembinaan bagi pelaku ilegal driling.

"Kita juga bakal melakukan upaya recovery terhadap kerusakan lingkungan hidup dan melakukan lidik dan gakkum terhadap pemodal ilegal driling," tegas Kapolda.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top