alexametrics

Diisukan PHK Pilot, Bos Garuda Indonesia Angkat Suara

loading...
Diisukan PHK Pilot, Bos Garuda Indonesia Angkat Suara
PT Garuda Indonesia Tbk buka suara mengenai adanya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pilot yang ditanggapi langsung oleh Direktur Utama Irfan Setiaputra. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pilot PT Garuda Indonesia Tbk langsung ditanggapi oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Irfan Setiaputra pun buka suara terkait isu yang menerpa maskapai plat merah itu.

"Jadi perlu kiranya kami sampaikan penjelasan bahwa pada dasarnya kebijakan yang Garuda Indonesia berlakukan adalah penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu," kata Irfan Setiaputra di Jakarta, Selasa (2/6/2020). (Baca juga : 70 Persen Pesawat Garuda Indonesia Harus Dikandangkan)

Dia melanjutkan penyelesaian kontrak tersebut membuat Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku. Adapun kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply dan demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi COVID-19.

"Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan tetap memperhatikan hak-hak dari pegawai yang kontraknya diselesaikan lebih awal," katanya.



Sambung dia mengungkapkan, keputusan berat ini harus ambil. Namun demikian, Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini. (Baca juga : Hadapi Covid-19, Menteri BUMN Janji Bantu Garuda Indonesia)

"Perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," pungkasnya.
(nfl)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak