Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Terungkap! Pernah Jadi Korban Seks Menyimpang, Guru Agama Cabuli 26 Murid di Ogan Ilir

loading...
Terungkap! Pernah Jadi Korban Seks Menyimpang, Guru Agama Cabuli 26 Murid di Ogan Ilir
Penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel mengungkap fakta baru terkait kasus Junaidi (22), guru agama di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir yang mencabuli 26 orang murid laki-lakinya. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
OGAN ILIR - Ditreskrimum Polda Sumsel mengungkap fakta baru terkait kasus Junaidi (22), guru agama di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir yang mencabuli 26 orang murid laki-lakinya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam terhadap Junaidi, motif tindak asusila itu karena yang bersangkutan mengaku pernah disodomi oleh tetangganya.

Baca juga: Santri Korban Pencabulan Pengasuh Ponpes di Ogan Ilir Jadi 25 Orang

"Junaidi ini mengaku dulu saat masih sekitar kelas 3 SD pernah jadi korban tindak asusila serupa oleh tetangganya sendiri," katanya, Rabu (22/9/2021).



Hal itu lah yang memudian membuatnya mengidap prilaku seks menyimpang. Sampai saat ini, jumlah korban pencabulan tersangka Junaidi sudah mencapai 26 murid laki-laki.

"Dari jumlah itu sekitar 10-11 murid yang sampai disodominya. Sementara yang lain mendapatkan mendapatkan perlakukan asusila lain," katanya.

Baca juga: Istri dan Anak Gadisnya Dibunuh, Dada Yosep dan Istri Muda Dipasangi Alat Khusus

Kasus ini pun mendapat perhatian dari Kementerian Sosial (Kemensos), melalui UPT Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso denganmendatangi Unit Renakta Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel. Kemensos akan bekerjasama untuk memberikan trauma healing kepada para korban.

"Tentunya kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas perhatian dari Kemensos. Kami siap bekerjasama melakukan penanganan terkait trauma yang dialami para korban," kata Kasubdit IV Renakta, Kompol Masnoni.

Menurutnya, pendampingan itu juga diharapkan bisa mencegah agar kejadian serupa tidak diulang oleh para korban dikemudian hari.



"Tujuannya untuk mencegah agar para korban tidak meniru perbuatan pelaku dikemudian hari," katanya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top