Hanya 4 jam, Vaksin Sinovac Ludes Terserap 1.900 Siswa dan Santri Ponpes Blitar
Selasa, 14 September 2021 - 09:33 WIB
loading...
Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di Mtsn 01 Kabupaten Blitar hanya berjalan 4 jam dengan jumlah 1.900 siswa dan santri. (Foto/Sindonews/Solichan Arif)
A
A
A
BLITAR - Siswa madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) yang sekaligus santri Pondok Pesantren Al Kamal, Desa Kunir Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar itu sontak memejamkan mata, begitu melihat jarum vaksin dikeluarkan. Mulutnya komat-kamit.
Lirih terdengar," Bismilahirahmanirahim". Raut wajahnya mendadak tegang. Apalagi saat petugas vaksinator mengusap kapas beralkohol pada lengannya. "Yang santai. Gak papa," tutur petugas vaksinator saat melakukan vaksinasi di Mtsn 01 Kabupaten Blitar.
Baca juga: Hoax! Pencabutan Class Action 157 Warga terhadap PT Greenfields
Proses injeksi berlangsung kilat. Tidak ada satu menit, vaksin sinovac tahap pertama, berhasil diinjeksikan ke tubuh siswa MTsn 01 Kabupaten Blitar. "Alhamdulillah. Ternyata tidak sakit sama sekali," tutur bocah santri itu sembari tertawa.
Begitu juga dengan antrian berikutnya. Estimasi waktu penyuntikan tidak jauh beda. Karena baru pertama kali, tidak sedikit pelajar dan santri yang terlihat tegang. "Hal biasa. Karena baru pertama, biasanya pada tegang," kata salah seorang petugas.
Lirih terdengar," Bismilahirahmanirahim". Raut wajahnya mendadak tegang. Apalagi saat petugas vaksinator mengusap kapas beralkohol pada lengannya. "Yang santai. Gak papa," tutur petugas vaksinator saat melakukan vaksinasi di Mtsn 01 Kabupaten Blitar.
Baca juga: Hoax! Pencabutan Class Action 157 Warga terhadap PT Greenfields
Proses injeksi berlangsung kilat. Tidak ada satu menit, vaksin sinovac tahap pertama, berhasil diinjeksikan ke tubuh siswa MTsn 01 Kabupaten Blitar. "Alhamdulillah. Ternyata tidak sakit sama sekali," tutur bocah santri itu sembari tertawa.
Begitu juga dengan antrian berikutnya. Estimasi waktu penyuntikan tidak jauh beda. Karena baru pertama kali, tidak sedikit pelajar dan santri yang terlihat tegang. "Hal biasa. Karena baru pertama, biasanya pada tegang," kata salah seorang petugas.
Lihat Juga :