BRGM Gandeng PGI Gelar Sekolah Lapang Petani Gambut di Kalteng
Minggu, 12 September 2021 - 22:27 WIB
loading...
Sekolah Lapang Petani Gambut di Kalteng diselengarakan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Pulang Pisau, Kalteng. Foto/Ist
A
A
A
PULANG PISAU - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggandeng Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyelenggarakan Sekolah Lapang Petani Gambut di Pulang Pisang, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Perwakilan PGI Pusat, Pendeta Jimmy Sormin menjelaskan bahwa kerjasama ini meneruskan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya. BRGM yang sebelumnya BRG, bersama PGI telah berhasil menjalankan Program Gereja Sahabat Alam yang bertujuan menyebarluaskan pesan perlindungan alam untuk jemaat gereja dengan bahasa keimanan.
Tahun ini, tambah Pendeta Jimmy, kerjasama dilanjutkan melalui Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG). Sekolah ini untuk memberikan pembekalan kepada jemaat gereja agar dapat mengelola lahan tanpa dibakar.
Baca juga: Respons Keluhan Gubernur Kalteng, Ketua DPD RI: Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri
Kegiatan telah dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2021 di Kecamatan Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari pendeta, vikaris, diaken, penatua dan mahasiswa.
Perwakilan PGI Pusat, Pendeta Jimmy Sormin menjelaskan bahwa kerjasama ini meneruskan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya. BRGM yang sebelumnya BRG, bersama PGI telah berhasil menjalankan Program Gereja Sahabat Alam yang bertujuan menyebarluaskan pesan perlindungan alam untuk jemaat gereja dengan bahasa keimanan.
Tahun ini, tambah Pendeta Jimmy, kerjasama dilanjutkan melalui Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG). Sekolah ini untuk memberikan pembekalan kepada jemaat gereja agar dapat mengelola lahan tanpa dibakar.
Baca juga: Respons Keluhan Gubernur Kalteng, Ketua DPD RI: Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri
Kegiatan telah dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2021 di Kecamatan Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari pendeta, vikaris, diaken, penatua dan mahasiswa.
Lihat Juga :