IDI Makassar Ingatkan Penerapan New Normal Harus Dipersiapkan Matang
Minggu, 31 Mei 2020 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Yudi berharap jangan sampai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini gubernur, wali kota dan bupati, bertentangan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19. Dan juga bertentangan dengan Keppres Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran COVID-19 Sebagai Bencana Nasional.
Baca Juga: IDI Kritisi Perwali Protokol Kesehatan Diterbitkan Pemkot Makassar
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, sudah menegur Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, yang dinilai serampangan mengeluarkan kebijakan. Nurdin mengacu kepada aturan pemerintah pusat yang masih melarang pusat keramaian seperti mal untuk buka.
Yudi menambahkan dokter tidak pernah lelah untuk selalu ada buat masyarakat. Sebab itu kata dia, merupakan sumpah dokter. Selama ini lanjut dia, kesannya IDI Makassar banyak memprotes kebijakan pemerintah, bukan karena punya agenda lain, namun semata agar meminimalkan korban berjatuhan dampak dari kebijakan pemerintah yang buat ambigu masyarakat.
"Tolong dicatat, kami dokter rela bertaruh nyawa demi raga yang lain dengan kondisi apapun, termasuk keterbatasan APD. Sampai rela ngekos di rumah sakit sekian lama tidak berjumpa dengan keluarga, karena menjalankan tugas mulia menolong pasien yang terpapar Covid-19, di mana grafiknya makin naik," pungkas Yudi.
Baca Juga: IDI Kritisi Perwali Protokol Kesehatan Diterbitkan Pemkot Makassar
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, sudah menegur Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf, yang dinilai serampangan mengeluarkan kebijakan. Nurdin mengacu kepada aturan pemerintah pusat yang masih melarang pusat keramaian seperti mal untuk buka.
Yudi menambahkan dokter tidak pernah lelah untuk selalu ada buat masyarakat. Sebab itu kata dia, merupakan sumpah dokter. Selama ini lanjut dia, kesannya IDI Makassar banyak memprotes kebijakan pemerintah, bukan karena punya agenda lain, namun semata agar meminimalkan korban berjatuhan dampak dari kebijakan pemerintah yang buat ambigu masyarakat.
"Tolong dicatat, kami dokter rela bertaruh nyawa demi raga yang lain dengan kondisi apapun, termasuk keterbatasan APD. Sampai rela ngekos di rumah sakit sekian lama tidak berjumpa dengan keluarga, karena menjalankan tugas mulia menolong pasien yang terpapar Covid-19, di mana grafiknya makin naik," pungkas Yudi.
(tri)
Lihat Juga :