Jadi Miliarder Dadakan karena Dapat Ganti Untung Proyek Jalan Tol, Warga Sleman Justru Tak Bahagia
Rabu, 01 September 2021 - 15:42 WIB
loading...
Tanah dan bangunan warga Pundong III, Tirtoadi, Mlati, Sleman, yang terkena proyek jalan tol sudah diberi patok
A
A
A
SLEMAN - Beberapa warga Mlati, Sleman, Yogyakarta menjadi kaya mendadak . Mereka menjadi miliarder setelah menerima uang ganti untung pembebasan tanah proyek pembangunan tol Yogyakarta-Bawen.
Meski bergelimang uang, namun mereka mengaku tidak bahagia. Yang membuat warga tidak bahagia seutuhnya karena mereka harus meninggalkan tempat leluhurnya yang menyimpan sejarah dan kenangan indah.
Salah seorang warga, Arif Ikhasan Nur Fitri (33) warga Pundong III, Tirtoadi, Mlati, Sleman menyebutkan, meski mendapatkan uang pengganti cukup banyak, dia harus hengkang dari kampung halaman dan harus pindah ke tempat lain. Sehingga perasaannya campur aduk, apalagi harus beradaptasi dulu di tempat yang baru, baik lokasi maupun warganya.
baca juga: Merasa Dikriminalisasi, Dua Warga Pekalongan Ajukan Praperadilan
Menurutnya, ada hal lain yang tidak bisa dinilai dengan uang, yaitu sejarah dan kenangan. “Kita tinggal di sini punya banyak kenangan, terus pindah ke tempat baru. Kenangan kita cuma menjadi dan tidak mesti melewati jalan tol itu," kata Fitri sapaan Arif Ikhasan Nur Fitri.
Meski bergelimang uang, namun mereka mengaku tidak bahagia. Yang membuat warga tidak bahagia seutuhnya karena mereka harus meninggalkan tempat leluhurnya yang menyimpan sejarah dan kenangan indah.
Salah seorang warga, Arif Ikhasan Nur Fitri (33) warga Pundong III, Tirtoadi, Mlati, Sleman menyebutkan, meski mendapatkan uang pengganti cukup banyak, dia harus hengkang dari kampung halaman dan harus pindah ke tempat lain. Sehingga perasaannya campur aduk, apalagi harus beradaptasi dulu di tempat yang baru, baik lokasi maupun warganya.
baca juga: Merasa Dikriminalisasi, Dua Warga Pekalongan Ajukan Praperadilan
Menurutnya, ada hal lain yang tidak bisa dinilai dengan uang, yaitu sejarah dan kenangan. “Kita tinggal di sini punya banyak kenangan, terus pindah ke tempat baru. Kenangan kita cuma menjadi dan tidak mesti melewati jalan tol itu," kata Fitri sapaan Arif Ikhasan Nur Fitri.
Lihat Juga :