Kisah Guru Raja Mataram Pro Belanda Dilantik Jadi Pejabat Istana
Jum'at, 25 April 2025 - 06:32 WIB
loading...
Wiraguna diangkat menjadi Tumenggung di Kerajaan Mataram merupakan guru sekaligus kepercayaan Sultan Amangkurat I. FOTO/YouTube Mr Sosro007
A
A
A
JAKARTA - Sultan Amangkurat I , penguasa Mataram mengangkat seorang Tumenggung di Istana. Pria yang menduduki jabatan penting itu konon orang kepercayaan sekaligus gurunya.
Wiraguna, tumenggung yang dilantik oleh Sultan Amangkurat I itu, muncul dari hasil surat-menyurat pemerintah Belanda saat itu. Pengangkatan bekas Guru Raja sebagai Tumenggung Mataram bisa masuk akal sebagai bagian dari balas budinya.
Pernyataan Gubernur Belanda Van Goens yang konon berkawan akrab dengan sang raja serta ayahnya, yang tak lain adalah Sultan Agung. Tumenggung Wiraguna ini telah mengasuh dan dianggap menjadi guru bagi Sultan Amangkurat I ketika ia berusia 5 sampai 15 tahun, atau dari tahun 1624 sampai 1634, dikisahkan dari "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I".
Baca juga: Ulah Ken Arok Muda Ganggu Keamanan Wilayah Sebelum Jadi Raja Singasari
HJ De Graaf memiliki anggapan seseorang yang diangkat oleh Sultan Amangkurat I ini bukanlah Tumenggung Danupaya melainkan adalah seorang pembesar dengan gelar sama yang untuk pertama kalinya dijumpai Van Goens pada 1648. Selama krisis tahun 1637 putra mahkota sekali lagi minta bantuan gurunya yang tua ini, menawarkan kepadanya rakyat sebanyak 12.000 sampai 16.000 orang.
Wiraguna, tumenggung yang dilantik oleh Sultan Amangkurat I itu, muncul dari hasil surat-menyurat pemerintah Belanda saat itu. Pengangkatan bekas Guru Raja sebagai Tumenggung Mataram bisa masuk akal sebagai bagian dari balas budinya.
Pernyataan Gubernur Belanda Van Goens yang konon berkawan akrab dengan sang raja serta ayahnya, yang tak lain adalah Sultan Agung. Tumenggung Wiraguna ini telah mengasuh dan dianggap menjadi guru bagi Sultan Amangkurat I ketika ia berusia 5 sampai 15 tahun, atau dari tahun 1624 sampai 1634, dikisahkan dari "Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I".
Baca juga: Ulah Ken Arok Muda Ganggu Keamanan Wilayah Sebelum Jadi Raja Singasari
HJ De Graaf memiliki anggapan seseorang yang diangkat oleh Sultan Amangkurat I ini bukanlah Tumenggung Danupaya melainkan adalah seorang pembesar dengan gelar sama yang untuk pertama kalinya dijumpai Van Goens pada 1648. Selama krisis tahun 1637 putra mahkota sekali lagi minta bantuan gurunya yang tua ini, menawarkan kepadanya rakyat sebanyak 12.000 sampai 16.000 orang.
Lihat Juga :