Momen Perwira Belanda Ditembak di Bagian Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro
Jum'at, 25 April 2025 - 07:56 WIB
loading...
Perwira pasukan Belanda tertembak di matanya oleh pasukan Pangeran Diponegoro. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Perwira pasukan Belanda tertembak di matanya oleh pasukan Pangeran Diponegoro . Tindakan itu terjadi ketika pasukan Belanda yang berusaha menyerang dan menangkap Pangeran Diponegoro di daerah Jekso, pada Perang Jawa.
Perlawanan pasukan Diponegoro memang luar biasa. Di Jekso Pangeran Diponegoro menerima berbagai laporan mengenai jalannya peperangan. Operasi pengejaran ke Jekso dipimpin oleh Kolonel Cochius. Sebelum memasuki daerah lawan, pasukan Cochius dihadang oleh prajurit-prajurit Diponegoro.
Pada 8 Juli 1826 di sekitar Jekso terjadi pertempuran yang menelan banyak korban. Akibat operasi pengejaran yang terus-menerus, Diponegoro bergerak ke arah utara, menuju lereng selatan Gunung Merapi. Sampai di Kejiwan, gerakan pasukannya ditahan oleh pasukan Sollewijn.
Baca juga: Melihat Peran Mantan Laskar Pangeran Diponegoro Dalam Penyebaran Islam di Malang Raya
Dikutip SindoNews, Jumat (25/4/2025) dari "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pada 9 Agustus 1826 terjadi pertempuran hebat. Pasukan Belanda di bawah Sollewijn mengalami kekalahan. Beberapa pùcuk meriam, mortir, dan beberapa ekor kuda jatuh ke tangan pasukan Diponegoro. Mayor Sollewijn tertembak sebelah matanya.
Gerakan pasukan Diponegoro tidak bisa ditahan. Pada 23 Agustus 1826, Desa Gading diduduki oleh pasukan Diponegoro untuk memutuskan jalur komunikasi Surakarta-Klaten. Perlawanan pasukan Pangeran Diponegoro begitu luar biasa, tak kurang 10.000 kekuatan pasukan dikerahkan di daerah Delanggu, pada 28 Agustus 1826.
Baca juga: Profil Kolonel Inf R Marlon I Silalahi, Peraih Adhi Makayasa yang Jadi Dansat 81 Kopassus
Perlawanan pasukan Diponegoro memang luar biasa. Di Jekso Pangeran Diponegoro menerima berbagai laporan mengenai jalannya peperangan. Operasi pengejaran ke Jekso dipimpin oleh Kolonel Cochius. Sebelum memasuki daerah lawan, pasukan Cochius dihadang oleh prajurit-prajurit Diponegoro.
Pada 8 Juli 1826 di sekitar Jekso terjadi pertempuran yang menelan banyak korban. Akibat operasi pengejaran yang terus-menerus, Diponegoro bergerak ke arah utara, menuju lereng selatan Gunung Merapi. Sampai di Kejiwan, gerakan pasukannya ditahan oleh pasukan Sollewijn.
Baca juga: Melihat Peran Mantan Laskar Pangeran Diponegoro Dalam Penyebaran Islam di Malang Raya
Dikutip SindoNews, Jumat (25/4/2025) dari "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pada 9 Agustus 1826 terjadi pertempuran hebat. Pasukan Belanda di bawah Sollewijn mengalami kekalahan. Beberapa pùcuk meriam, mortir, dan beberapa ekor kuda jatuh ke tangan pasukan Diponegoro. Mayor Sollewijn tertembak sebelah matanya.
Gerakan pasukan Diponegoro tidak bisa ditahan. Pada 23 Agustus 1826, Desa Gading diduduki oleh pasukan Diponegoro untuk memutuskan jalur komunikasi Surakarta-Klaten. Perlawanan pasukan Pangeran Diponegoro begitu luar biasa, tak kurang 10.000 kekuatan pasukan dikerahkan di daerah Delanggu, pada 28 Agustus 1826.
Baca juga: Profil Kolonel Inf R Marlon I Silalahi, Peraih Adhi Makayasa yang Jadi Dansat 81 Kopassus
Lihat Juga :