176 Mobil Mewah Hiasi Rumah-rumah di Desa Miliarder, Warga Juga Investasi Reksadana
Kamis, 18 Februari 2021 - 19:46 WIB
loading...
Pembangunan kilang minyak Grass Roat Refinery (GRR) di Kabupaten Tuban, berdampak besar terhadap warga yang lahannya tergusur. Foto/iNews TV/Pipet Wibawanto
A
A
A
TUBAN - Pembangunan kilang minyak Grass Roat Refinery (GRR) di Kabupaten Tuban, bakal menjadi mega proyek di pesisir utara Jawa Timur. Ratusan hektare tanah milik warga setempat, sudah diborong PT Pertamina, untuk mewujudkan proyek tersebut.
Baca juga: Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil Baru, Ini Kegembiraan Wantono Dapat Rp24 Miliar
Penduduk di Desa Sumur Geneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang menjadi ring satu pembangunan GRR, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani, kini mendadak menjadi miliarder setelah tanahnya dibebaskan untuk proyek tersebut.
Setelah menerima pembayaran pembebasan lahan dari PT Pertamina, untuk pembangunan mega proyek tersebut, desa yang selama ini hening tiba-tiba heboh dengan aksi borong mobil mewah baru oleh warga desa.
Baca juga: Kapolsek Cantik dan 11 Anggotanya Ditangkap Saat Pesta Sabu, Polsek Astanaanyar Lengang
Bukan hanya konsumtif untuk beli mobil. Warga desa tersebut, ternyata juga sadar telah kehilangan lahan pertanian yang selama ini menjadi mata pencahariannya. Mereka mencoba menggunakan uang yang diterima untuk investasi, berwirausaha, dan biaya pendidikan anak.
Baca juga: Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil Baru, Ini Kegembiraan Wantono Dapat Rp24 Miliar
Penduduk di Desa Sumur Geneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang menjadi ring satu pembangunan GRR, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani, kini mendadak menjadi miliarder setelah tanahnya dibebaskan untuk proyek tersebut.
Setelah menerima pembayaran pembebasan lahan dari PT Pertamina, untuk pembangunan mega proyek tersebut, desa yang selama ini hening tiba-tiba heboh dengan aksi borong mobil mewah baru oleh warga desa.
Baca juga: Kapolsek Cantik dan 11 Anggotanya Ditangkap Saat Pesta Sabu, Polsek Astanaanyar Lengang
Bukan hanya konsumtif untuk beli mobil. Warga desa tersebut, ternyata juga sadar telah kehilangan lahan pertanian yang selama ini menjadi mata pencahariannya. Mereka mencoba menggunakan uang yang diterima untuk investasi, berwirausaha, dan biaya pendidikan anak.
Lihat Juga :