alexametrics

Rapid Test Ratusan Pedagang-Pembeli Pasar Salatiga, 9 Reaktif COVID-19

loading...
Rapid Test Ratusan Pedagang-Pembeli Pasar Salatiga, 9 Reaktif COVID-19
Ratusan pedagang dan pembeli saat menjalani rapid test di Pasar Pagi Salatiga, Jumat (29/5/2020). FOTO : IST
A+ A-
SALATIGA - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga bekerja sama dengan Dinas Perdagangan melakukan rapid test terhadap ratusan pedagang dan pembeli di Pasar Pagi, Salatiga Jumat (29/5/2020).

Rapid test dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Salatiga. Hasilnya, ditemukan sembilan orang dinyatakan reaktif COVID-19.

Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah menjelaskan, rapid test massal tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran besaran kasus. Persentase sampel jumlah pedagang dan pembeli, akan dibandingkan dengan banyaknya orang yang dinyatakan reaktif atau nonreaktif.



“Sebelumnya sudah ditemukan satu pedagang Pasar Pagi dari Kabupaten Semarang yang positif. Kemudian ada lagi satu pedagang dari Salatiga yang positif terkena virus dari Pasar Kobong Semarang. Pergerakannya, orang tersebut kulakan di Pasar Kobong Semarang kemudian berdagang di Pasar Pagi,” terangkan Zuraidah.

Dia menerangkan, pedagang atau pembeli yang reaktif ini akan dilihat terlebih dahulu berasal dari kelompok mana. Kemudian baru ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri maupun uji swab.

“Yang jelas, setelah diketahui asal kelompoknya, jika orang tersebut dari Salatiga maka akan segera kita lakukan swab sesuai jadwal Puskesmas wilayah masing-masing, dan akan dilakukan contact tracking,” bebernya.

Dijelaskan, DKK bekerja sama dengan Dinas Perdagangan akan menghubungi pedagang atau pembeli yang dinyatakan reaktif, sesuai nama dan nomor telepon yang tertera dalam kartu yang diserahkan saat rapid test.

“Hasil rapid test ini akan ditindaklanjuti dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengantisipasi penularan. Alhamdulillah di Pasar Pagi ini sudah jauh hari menerapkan physical distancing, sehingga ketika kita temukan salah satu pedagang yang positif, bisa dengan cepat kita tangani,” terang dia.

Menurutnya, dengan penerapan jaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya, akan lebih cepat dan lebih mudah melakukan total tracking.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji menambahkan, pihaknya akan segera menghubungi pedagang atau pembeli yang menunjukkan tanda reaktif, setelah resmi menerima hasil rapid test dari DKK Salatiga. Bagi yang reaktif, wajib untuk menjalani isolasi.

“Yang berdagang dan belanja di sini bukan hanya warga dari Salatiga. Karena itu jika ada yang reaktif akan segera dihubungi dan dari mana mereka berasal,” kata Kusumo.(Baca juga : Kisah Winarni, Jatuh Bangun Menjual Rengginang Demi Menyambung Hidup)

“Namun jika berasal dari daerah lain, tindaklanjutnya akan diserahkan ke pemerintah daerah setempat. Namun jika yang reaktif tersebut berasal dari Salatiga, akan ditindaklanjuti dengan aturan yang ada,” pungkasnya.
(nun)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak