Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Darah Tertumpah di Bandung Utara, Kisah Kegelisahan Trio Sersan saat Diminta Melucuti Senjata

loading...
Darah Tertumpah di Bandung Utara, Kisah Kegelisahan Trio Sersan saat Diminta Melucuti Senjata
Patung salah satu pejuang Bandung Utara di depan pintu masuk Kampus UPI Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
Bandung utara seperti kepingan surga yang jatuh ke bumi. Alamnya yang indah, dan udara sejuknya membuat kawasan sepanjang Jalan Setiabudi hingga Lembang, dikenal masyarakat sebagai tempat wisata.

Baca juga: Kisah Heroik Bocah Kediri, Bertaruh Nyawa Jadi Kurir Proklamasi Kemerdekaan 1945

Beragam konsep wisata hadir di sana. Tak heran banyak wisatawan luar daerah seperti Jakarta dagang setiap akhir pekan ke kawasan tersebut. Namun, di balik keindahan dan potensi wisatanya yang luar biasa, ada sejarah kelam yang patut kita ingat.





Sejarah para pejuang Tanah Air, yang penuh keberanian mempertahankan harga dirinya dari para penjajah dan imperialisme bangsa lain. Tak sulit mengembalikan ingatan kita akan jasa para pejuang bangsa. Karena bukti sejarah dan nama para pejuang tertera di Bandung utara.

Baca juga: Gagal Meracuni Sawunggaling, Belanda Murka dan Rakyat Surabaya Digilas

Dimulai dengan mengingat trio sersan , yang kini dijadikan nama jalan di sekitar Ledeng, atau Villa Isola yang kini menjadi Gedung Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Trio sersan itu adalah Sersan Bajuri, Sersan Surip, dan Sersan Sodik.

Tiga nama itu kini tak bisa dipisahkan dari kawasan Ledeng. Begitu juga perjuangan ketiganya yang juga tak bisa dipisahkan dari kawasan Bandung utara. Ketiga sersan itu rela mengorbankan nyawa dan raga mereka demi Indonesia.

Semangat perjuangan yang tidak rela harga diri bangsanya di bawah negara lain. Semangat juang mereka tercurahkan hingga terjadi pertempuran sengit di sekitar Villa Isola atau akrab disebut Bumi Siliwangi.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top