Gianyar Bali Gempar! 2 Jenazah COVID 19 Tertukar, 1 Mayat Terlanjur Dimakamkan
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 05:56 WIB
loading...
Warga Gianyar Bali gempar karena dua jenazah pasien COVID-19 dengan nama yang sama dan berasal dari desa yang sama tertukar. Akibatnya, jenazah yang seharusnya dikremasi malah dikubur. Foto Ist
A
A
A
DENPASAR - Warga Gianyar Bali gempar karena dua jenazah pasien COVID-19 dengan nama yang sama dan berasal dari desa yang sama tertukar. Akibatnya, jenazah yang seharusnya dikremasi malah dikubur.
Peristiwa menghebohkan itu terjadi di Desa Adat Tengkulak Kaja, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Selain nama dan berasal dari desa yang sama, kedua jenazah juga sama-sama berjenis kelamin perempuan.
Baca : Tangis Pecah di Simalungun, Tak Dikafani Pemakaman Jenazah COVID-19 Berakhir Ricuh
Kepala Desa Adat atau Bendesa Tengkulak Kaja I Made Selamet menjelaskan, kedua warganya yang sama-sama terkonfirmasi COVID-19 dan sama-sama dirawat di RS Sanglah Denpasar meninggal dalam waktu berurutan.
Yang meninggal pertama yaitu Ni Gusti Made Rai (82), pada Rabu (11/8/2021) lalu. Lalu di hari berikutnya, Kamis (12/8/2021), warga yang meninggal adalah Ni Gusti Made Rai (65). "Keduanya tinggal hanya beda dusun," ujar I Made Selamet ketika dihubungi, Sabtu (14/8/2021).
Di RS Sanglah, kedua jenazah sama-sama dititipkan di ruang jenazah. Sesuai prosedur penanganan COVID-19, jenazah pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dimasukkan ke dalam peti dan tidak boleh dibuka.
Baca juga : Jenazah Tertukar di Rumah Sakit, Warga Muslim Terlanjur Dikremasi di Batam
Peristiwa menghebohkan itu terjadi di Desa Adat Tengkulak Kaja, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Selain nama dan berasal dari desa yang sama, kedua jenazah juga sama-sama berjenis kelamin perempuan.
Baca : Tangis Pecah di Simalungun, Tak Dikafani Pemakaman Jenazah COVID-19 Berakhir Ricuh
Kepala Desa Adat atau Bendesa Tengkulak Kaja I Made Selamet menjelaskan, kedua warganya yang sama-sama terkonfirmasi COVID-19 dan sama-sama dirawat di RS Sanglah Denpasar meninggal dalam waktu berurutan.
Yang meninggal pertama yaitu Ni Gusti Made Rai (82), pada Rabu (11/8/2021) lalu. Lalu di hari berikutnya, Kamis (12/8/2021), warga yang meninggal adalah Ni Gusti Made Rai (65). "Keduanya tinggal hanya beda dusun," ujar I Made Selamet ketika dihubungi, Sabtu (14/8/2021).
Di RS Sanglah, kedua jenazah sama-sama dititipkan di ruang jenazah. Sesuai prosedur penanganan COVID-19, jenazah pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dimasukkan ke dalam peti dan tidak boleh dibuka.
Baca juga : Jenazah Tertukar di Rumah Sakit, Warga Muslim Terlanjur Dikremasi di Batam
Lihat Juga :