Keluh Kesah Petani Sayur di Tengah PPKM, Hasil Panen Tak Laku hingga Terpaksa Berutang

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 00:10 WIB
loading...
Keluh Kesah Petani Sayur...
Abah Jaja, petani sayur asal Lembang terbantu dengan hadirnya gerakan yang digagas oleh para dermawan yang tergabung dalam panderma.id. Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Pandemi COVID-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) telah berdampak luas terhadap para pelaku usaha , tak terkecuali petani yang menggantungkan hidupnya dari menjual hasil panen.

Kondisi tersebut sangat dirasakan Abah Jaja, petani sayur asal Desa Cihideung, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat . Akibat PPKM, hasil panen Abah Jaja yang biasa dijual di pasar tradisional tak laku karena pasar tradisional sepi pembeli menyusul banyaknya masyarakat yang memilih belanja online.

“Sekarang mah beda. Sudah cuacanya begini (tak menentu), jualan ke pasar juga beda (sepi). Biasanya ada yang ambil dari Jakarta, dari daerah mana-mana, sekarang tidak ada," keluhnya.

Baca juga: Sempat Coba Bunuh Diri, Kondisi Ketua Asosiasi Cafe dan Restoran Jabar Mulai Membaik

Abah Jaja adalah petani berumur 68 tahun dan sejak kecil telah berprofesi sebagai petani. Meski anak-anaknya kini telah tinggal terpisah jauh darinya, namun dia tetap harus menghidupi empat anggota keluarga yang masih tinggal bersama di rumahnya yang sederhana.

Menurut Abah Jaja, meski terdampak PPKM, dia dan keluarganya belum menerima bantuan apapun dari pemerintah. Alhasil, dia pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama keluarga. Bahkan, untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya, Abah Jaja pun terpaksa berutang.

"Enggak punya (bantuan), untuk kebutuhan keluarga ya pinjem dari orang, ngutang," ungkapnya yang diamini istrinya, Sarmi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
May Day Anarkis di Bandung,...
May Day Anarkis di Bandung, Massa Bakar Videotron dan Pospol
Siswa SMA di Bandung...
Siswa SMA di Bandung Tewas Dikeroyok, Sahroni: Jangan Normalisasi Pelaku Anak, Hukum Berat!
Bukan Sekadar Penertiban:...
Bukan Sekadar Penertiban: Sisi Lain Satpol PP Bandung yang Hangat Melayani
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Hujan Tak Surutkan Antusiasme...
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Sambut Prabowo di Bandung
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved