Bisnis Hiburan Mati, Pelaku Usaha di Salatiga Jual Sound Sistem
Rabu, 04 Agustus 2021 - 18:30 WIB
loading...
Sejumlah pelaku usaha hiburan saat menjual mesin diesel, sound sistem dan lainnya di pinggir jalan lingkar selatan JLS Salatiga, Rabu (4/8/2021). Foto/IST
A
A
A
SALATIGA - Sejak pandemi COVID-19 dan pemerintah melarang masyarakat menggelar hajatan, pesta dan acara lain yang sifatnya mengumpulkan massa, usaha hiburan dan persewaan sound sistem di Kota Salatiga mati. Bahkan hampir dua tahun, para pelaku usaha itu tidak mendapatkan tanggapan (pekerjaan).
Akhirnya para pelaku usaha tersebut menjual peralatan seperti sound sistem, mesin diesel dan lainnya. Seperti yang terlihat di pinggir jalan lingkar selatan (JLS) Salatiga, Rabu (4/8/2021). Ada tiga mobil bak terbuka bermuatan sound sistem dan mesin diesel parkir di pinggir jalan.
Di bak mobil terdapat tulisan dijual alat sound sistem. Ternyata, oleh pemiliknya sound sistem tersebut memang dijual. "Sudah hampir dua tahun ini tidak ada job. Sepi. Daripada rusak mending saya jual," kata Gunarman (44) warga Waturumpuk, Salatiga.
Dia menuturkan, dirinya sudah tiga hari sengaja menggelar dagangan disitu. Itu dilakukan karena bisnis hiburan sedang sepi. Biasanya dia bisa dapat job hingga puluhan perbulan. "Sejak pandemi COVID-19, keadaan berubah 360 derajat. Usaha hiburan mati," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan Bantuan Air Bersih 150 Tangki
Akhirnya para pelaku usaha tersebut menjual peralatan seperti sound sistem, mesin diesel dan lainnya. Seperti yang terlihat di pinggir jalan lingkar selatan (JLS) Salatiga, Rabu (4/8/2021). Ada tiga mobil bak terbuka bermuatan sound sistem dan mesin diesel parkir di pinggir jalan.
Di bak mobil terdapat tulisan dijual alat sound sistem. Ternyata, oleh pemiliknya sound sistem tersebut memang dijual. "Sudah hampir dua tahun ini tidak ada job. Sepi. Daripada rusak mending saya jual," kata Gunarman (44) warga Waturumpuk, Salatiga.
Dia menuturkan, dirinya sudah tiga hari sengaja menggelar dagangan disitu. Itu dilakukan karena bisnis hiburan sedang sepi. Biasanya dia bisa dapat job hingga puluhan perbulan. "Sejak pandemi COVID-19, keadaan berubah 360 derajat. Usaha hiburan mati," ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan Bantuan Air Bersih 150 Tangki
Lihat Juga :