Industri Jamu Diprediksi Tumbuh Hingga 20 Persen di Masa Pandemi COVID-19
Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:57 WIB
loading...
Perusahaan jamu, PT Jamu Iboe Jaya rutin menggelar sosialisasi guna meningkatkan penjualan selama pandemi COVID-19
A
A
A
SURABAYA - Di tengah pandemi COVID-19, PT Jamu Iboe Jaya optimistis industri jamu dan obat akan tumbuh hingga di angka 20 persen. Tingginya pertumbuhan tersebut lantaran di masa pandemi ini, minat warga terhadap jamu dan obat cukup tinggi.
Product Group Manager Jamu Iboe, Perry Angglishartono mengatakan, pada masa pandemi jamu memang termasuk industri yang mengalami peningkatan pasar lantaran jamu termasuk dalam produk kesehatan. “Secara umum saat ini penjual jamu semakin banyak. Bahkan penjualnya sekarang anak-anak muda terutama yang melalui marketplace online,” katanya, Rabu (4/8/2021).
Tingginya penjualan jamu, kata di, tidak lepas dari sosialisasi pemerintah, badan pengawas obat dan makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahkan presiden juga menganjurkan untuk minum jamu.
Baca juga: Sebanyak 250 Tahanan di Polda Jatim Jalani Vaksinasi COVID-19
“Pada semester I 2021, penjualan kami tumbuh hampir 15 persen dibandingkan semester I 2020. Peningkatan penjualan terutama terjadi pada produk yang berkaitan dengan kebutuhan imunitas, seiring dengan pandemi COVID-19,” ujarnya.
Product Group Manager Jamu Iboe, Perry Angglishartono mengatakan, pada masa pandemi jamu memang termasuk industri yang mengalami peningkatan pasar lantaran jamu termasuk dalam produk kesehatan. “Secara umum saat ini penjual jamu semakin banyak. Bahkan penjualnya sekarang anak-anak muda terutama yang melalui marketplace online,” katanya, Rabu (4/8/2021).
Tingginya penjualan jamu, kata di, tidak lepas dari sosialisasi pemerintah, badan pengawas obat dan makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahkan presiden juga menganjurkan untuk minum jamu.
Baca juga: Sebanyak 250 Tahanan di Polda Jatim Jalani Vaksinasi COVID-19
“Pada semester I 2021, penjualan kami tumbuh hampir 15 persen dibandingkan semester I 2020. Peningkatan penjualan terutama terjadi pada produk yang berkaitan dengan kebutuhan imunitas, seiring dengan pandemi COVID-19,” ujarnya.
Lihat Juga :