Hotel Dinilai Lebih Layak untuk Pasien Covid-19 Dibanding Isolasi Apung
Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Kepala Puskesmas Makkassau, dr Muhammad Ashari mengaku telah mendapatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Pemkot terkait penjaringan untuk isolasi apung. Dia mengatakan SOP tersebut kurang lebih sama dengan hotel wisata Covid-19.
Baca Juga: Covid-19 Jadi Bisnis, Pfizer Naikkan Harga Vaksin 25 Persen, Moderna Naik 10 Persen
"Puskesmas men-screening peserta yang akan ikut, seperti benar-benar dia tanpa gejala diusahakan di usia 50 tahun ke bawah dan bisa mandiri. Dalam arti namanya isolasi begitu otomatis dia bisa mengurus diri sendiri, makan sendiri," ujarnya.
Sementara alat screening yang akan digunakan tetap menggunakan gold standar yaitu PCR ataupun Swab Antigen. Selain itu pihaknya juga mengutamakan masyarakat yang tak memiliki tempat isolasi yang memungkinkan di rumahnya.
Dia mengaku hingga saat ini masih mengkalkulasi jumlah yang berpotensi dibawa ke isolasi apung. Pasalnya data harian sangat fluktuatif dan cepat berubah akibat faktor kesembuhan.
"Ini pada dasarnya sama konsepnya, model isolasi mandiri. Kalau komorbid kayak hipertensi, gula itu tidak. Yang betul-betul tidak ada komorbid karena kalau komorbid kita langsung arahkan ke RS untuk isolasi," pungkasnya.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Alami Perbaikan, Jokowi: Masih Fluktuatif, Kita Harus Terus Waspada
Baca Juga: Covid-19 Jadi Bisnis, Pfizer Naikkan Harga Vaksin 25 Persen, Moderna Naik 10 Persen
"Puskesmas men-screening peserta yang akan ikut, seperti benar-benar dia tanpa gejala diusahakan di usia 50 tahun ke bawah dan bisa mandiri. Dalam arti namanya isolasi begitu otomatis dia bisa mengurus diri sendiri, makan sendiri," ujarnya.
Sementara alat screening yang akan digunakan tetap menggunakan gold standar yaitu PCR ataupun Swab Antigen. Selain itu pihaknya juga mengutamakan masyarakat yang tak memiliki tempat isolasi yang memungkinkan di rumahnya.
Dia mengaku hingga saat ini masih mengkalkulasi jumlah yang berpotensi dibawa ke isolasi apung. Pasalnya data harian sangat fluktuatif dan cepat berubah akibat faktor kesembuhan.
"Ini pada dasarnya sama konsepnya, model isolasi mandiri. Kalau komorbid kayak hipertensi, gula itu tidak. Yang betul-betul tidak ada komorbid karena kalau komorbid kita langsung arahkan ke RS untuk isolasi," pungkasnya.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Alami Perbaikan, Jokowi: Masih Fluktuatif, Kita Harus Terus Waspada
(agn)
Lihat Juga :